Pembatasan Kepemilikan Saham Asing Di Perusahaan Asuransi Bentuk Perlindungan Negara

0
141

_20170414_222535Jakarta,Info Banua.Jumlah penduduk Indonesia yang besar lebih dari 240 juta jiwa, sebuah pasar yang sangat potensial,bagi usaha Asuransi.Potensi besar ini juga menjadi incaran perusahaan asuransi asing,kata Anggota DPRRI Komisi XI Abdul Latief Hanafiah,di Jakarta,Sabtu(22/4/2017).

Jika pemerintah tidak dapat melindungi perusahaan asuransi dalam negeri,akan dapat di pastikan perasuransian di Indonesia akan di kuasai oleh perusahaan Asing,katanya.

Menurut Abdul Latief,pemerintah harus dapat membatasi perusahaan asing yang mulai masuk melalui pola kepemilikan saham di perushaan Asuransi dalam Negeri.

Sejauh mana aturan pembatasan kepemilikan Saham asing terhadap perusahaan asuransi ini mampu menginjeksi perusahaan asuransi lokal untuk dapat bersaing,bukan membuka peluang penguasaan saham oleh asing,jelasnya.

Kepemilikan saham asing di perusahaan asuransi dalam Pemilikan saham asing maksimal 49% dibanding 51% saham nasional, sehingga dana premi tidak lari keluar.

Ada pendapat mengatakan jika persentase asing lebih banyak maka andai terjadi klaim,pihak asing yang lebih banyak membayar. Pendapat ini sedikit absurd, memang perusahaan asuransi adalah perusahaan yang menanggung resiko, tapi pemegang polis tidak ada yang mau terjadi masalah, dan perusahaan asuransi pun goalnya untuk mendapat untung,kata Abdul Latief.

Negara kita berdaulat,meskipun ada kometmen perjanjian Internasional,kepemilikan saham dalam negeri di perusahaan Asuransi harus tetap kita pertahankan.Ini merupakan perlindungan negara terhadap keberadaan perusahaan asuransi dalam negeri yang juga merupakan aset bangsa,pungkas Abdul Latief.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here