Peran BPR Dalam Perekonomian Daerah Belum Optimal

0
58 views

_20170414_222535Jakarta,Info Banua.Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki peran besar dalam meningkatkan perekonomian daerah,sesuai dengan program Nawacita pemerintahan Joko Widodo,yakni membangun dari pinggir. Untuk mencapai cita-cita itu, akses masyarakat kecil terhadap BPR harus terus ditingkatkan,kata Anggota DPRRI Komisi XI Abdul Latief Hanafiah,di Jakarta,Selasa (11/4/2017).

Menurut Abdul Latief,kelemahan yang ada pada BPR membuat produk dan layanannya menjadi terbatas,sulit mendapat dana murah yang menyebabkan tingginya biaya dana, inefisiensi, serta biaya overhead tinggi,ini menjadi batu sandungan bagi BPR dalam memajukan perekonomian daerah.

Pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk meningkatkan perekonomian daerahnya, melalui badan usaha milik daerah di mana BPR merupakan salah satunya. Saat ini peran pemerintah daerah di BPR hanya pada penyertaan modal dan sebagai pengawas BPR.

Abdul Latief berpendapat BPR memiliki potensi untuk menjadi bank pengelola keuangan daerah. Lambannya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah membuat dana milik pemda banyak yang menganggur di bank.

“Jika BPR diberi kepercayaan menjadi salah satu pengelola dana APBD, dana pemda yang menganggur tentu dapat digunakan untuk meningkatkan likuiditas dan modal BPR, untuk disalurkan menjadi kredit kepada pelaku UMKM.BPR dapat lebih menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah di daerah dan menyalurkan kredit mikro sehingga bisa berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kecil”,jelasnya.

Selain dapat menggerakkan perekonomian masyarakat kecil BPR juga dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah,untuk itu BPR harus di perkuat dan peran yang di perluas dalam perekonomian daerah,pungkas Abdul Latief.

Seperti diketahui Abdul Latief Hanafiah merupakan salah seorang perencana pendirian BPR di Provinsi Kalimantan Selatan.Tahun 1980 melalui bantuan USAID/FID, Abdul Latief, Samani dari Bappeda Kalsel, serta Asmara Hadi dan Juni Rifat dari BPD Kalsel bersama Gary Stein (Credit Consultant USAID) mendirikan 38 BKK (Badan Kredit Kecamatan) di beberapa Kecmatan di Kalsel,25 diantaranya menjadi BPR di Kalimantan Selatan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here