Universitas Islam Nasional Antasari Diproyeksikan Jadi Pusat Studi Islam

0
113

iain-antasari
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2017. Juga akan diproyeksikan sebagai pusat studi Islam dan pusat ungggulan keilmuan, terutama bagi warga Banua.
Hal ini ditegaskan Rektor UIN Antasari Prof H Akhmad Fauzi Aseri kepada wartawan, Selasa (11/4) Proses perubahan dari IAIN menjadi UIN ini, melalui perjalanan cukup panjang. Dijelaskan Fauzi Aseri, tahapannya melewati kajian kelayakan, penyusunan proposal (revisi berulang-ulang, presentasi dan visitasi, lobi dan penyamaan persepsi lintas kementerian), izin prakarsa koordinasi dan penyusunan draf.
Ketika resmi operasionalisasinya sebagai UIN Antasari, otomatis prodi baru di antaranya Sains dan Teknologi, Sosial dan Politik, Ekonomi dan Bisnis (Islam) diperkenalkan. Prodi ini, kata Fauzi Aseri, pada tahun ajaran baru 2017/2018 dibuka dan terbuka untuk umum.
Selama ini, pihaknya fokus pada pembangunan kampus II yang baru di Guntung Manggis, Banjarbaru selain penataan kampus lama di Jalan A Yani Km 4,5 Banjarmasin. Bangunan khusus yang baru, di antaranya pesantren kampus. Setelah itu, difokuskan pada sumber daya manusia (SDM).
Rektor mengatakan memiliki tiga rencana strategis, yakni peningkatan akses, peningkatan mutu dan peningkatan tata kelola akuntabilitas serta pencitraan. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan target meningkat secara signifikan.
Inilah dasar mengapa IAIN Antasari dikembangkan menuju UIN Antasari, sebagai universitas berstatus penuh. Namun, prosesnya tidak semudah apa yang dibayangkan. Setelah mendapat restu, digenjot persiapan seperti penyiapan fasilitas belajar mengajar, tenaga dosen sejak rencana peningkatan status.
Pembangunan infrastruktur misalnya, tenaga dosen dan sejumlah persyaratan lain, untuk menjadikan kampus tersebut sebagai universitas Islam penuh bagi warga Banua. Seperti tenaga pendidik, sudah semua bergelar magister dan banyak yang menyelesaikan program doktor di berbagai disiplin ilmu.
Kemudian kemahasiswaan, kurang lebih 10 ribu orang mahasiswa dan memiliki sejumlah organisasi unit kemahasiswaan. Sekarang, ujar rektor itu meyakinkan, UIN Antasari sudah hampir sama dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Mengenai minat lulusan sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) dari berbagai jurusan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, sangat terbuka. Ini menggambarkan, peluang perguruan tinggi Islam masih menjanjikan.
Apalagi, sekarang, kampus II UIN Antasari dibangun di atas lahan 80 hektare dan sudah memiliki master plan. Dalam perencanaan pembangunan itu, didirikan satu tower setinggi 30 meter di Cempaka, Banjarbaru.
Tentu, menjadi harapan semua, UIN Antasari ini menjadi pusat studi Islam dan pusat ungggulan keilmuan, terutama bagi warga Banua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here