Sambut Lebaran, Rp4,8 Triliun Uang Baru Disiapkan Bank Idonesia

0
88

Bank Indonesia menyiapkan uang sebesar Rp2,515 triliun untuk penukaran uang baru bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan pada Lebaran 2017 ini.Bahkan Bank Indonesia menyiapkan total stok Rp4,8 triliun tahun ini, jika Rp2,5 triliun sudah habis.

“Kick-off penukaran uang baru untuk keperluan masyarakat saat puasa dan lebaran nanti sudah kami mulai 12 Juni 2017 di loket pelayanan kantor Bank Indonesia Jalan Lambung Mangkurat dan halaman Pemkot Banjarmasin untuk kas keliling,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan Mochamad Irwan, di Banjarmasin, Selasa.

Dia mengatakan, kas keliling bersama (Kaliber) yang diikuti 14 bank umum itu, dibuka hingga 22 Juni 2017 dengan paket penukaran uang Rp3,7 juta (pecahan Rp20 ribu senilai Rp2 juta, pecahan Rp10 ribu senilai Rp1 juta, pecahan Rp5 ribu senilai Rp500 ribu, dan pecahan Rp2 ribu senilai Rp200 ribu).

Pada Selasa (13/6), Kaliber digelar di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin mulai pukul 09.00-12.00 WITA, 14 Juni di halaman Pemkot Banjarmasin pukul 13.00-16.00 WITA, 15 Juni Pasar Sudimampir pukul 09.00-12.00 WITA, dan 16 Juni di halaman Pemkot Banjarmasin pukul 13.00-16.00 WITA.

Selanjutnya, 19 Juni di Lapangan Murjani Banjarbaru mulai pukul 09.00-12.00 WITA, kemudian 20 Juni di Pasar Martapura mulai pukul 09.00-12.00 WITA, 21 Juni halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadi pukul 09.00-12.00 WITA, dan terakhir 22 Juni di Pemkot Banjarmasin pukul 13.00-16.00 WITA.

Sedangkan penukaran uang di loket BI dibuka tiap Senin hingga Kamis dari pukul 09.00-12.00 WITA.

“Masyarakat tak perlu khawatir tidak kebagian uang baru, Bank Indonesia menyiapkan total stok Rp4,8 triliun tahun ini, jika Rp2,5 triliun sudah habis,” ujar Mochamad Irwan lagi.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menegaskan, pihaknya melarang jasa penukaran uang di sepanjang tepi jalan raya biasanya marak jelang lebaran.

“Saya sudah perintahkan Satpol PP menertibkannya, karena selin mengganggu ketertiban di jalan, penukaran uang dengan nilai tambah yang diberikan itu dalam hukum syariat Islam adalah riba alias haram,” katanya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here