Kontribusi Teknologi Pendidikan Bagi Pembangunan Bangsa Harus Digenjot

Kontribusi Teknologi Pendidikan Bagi Pembangunan Bangsa Harus Digenjot

Ketua Prodi Teknologi Pendidikan ULM Banjarmasin Dr Hamsi Mansur MPD mengatakan, kegiatan temu kolegial dan seminar nasional teknologi pendidikan dengan tema inovasi pendidikan di era siber yang rutin digelar tiap tahun sekali. Kebetulan ULM diberi kepercayaan menjadi tuan rumah.
Kegiatan ini ada ada beberapa bentuknya utama kita kembangkan adalah kuliah tamu, jadi dosen-dosen pendidikan yang dari Bengkulu dari Palembang, Universitas Indonesia dari Malang dari Surabaya Semarang itu memberikan Kuliah kepada mahasiswa kita.
“Pertemuan para akademisi seluruh Indonesia ini pun membahas tema Inovasi Pendidikan di Era Cyber dan Peran Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia,” katanya disela kegiatan Temu Kolegial APS-TPI 3 rd Seminar nasional Teknologi Pendidikan di Banjarmasin di Aria Barito, kemarin.
Temu kolegial adalah wahana berkumpulnya ketua-ketua prodi se-Indonesia ada 17 perguruan tinggi yang kita hitung kehadirannya itu ada sekitar 70. Di forum inilah kita membicarakan tugas-tugas program studi teknologi pendidikan. Dalam rangka menghasilkan output yang seperti apa dan apa yang sudah disepakati apa pembelajaran itu di isyarat kan oleh menristekdikti.
Juga ada kerjasama di bidang jurnal, jadi antar teknologi punya jurnal saling mengirim makalah artikel itu juga sudah disepakti sehingga forum inilah yang mewadahi bertemunya program-program studi dalam rangka tukar informasi.
Dan yang ketiga kegiatan kita adalah seminar, yang menghadirkan pakar-pakar seperti direktur pembelajaran, rektor ULM kemudian Kepala Pustekom yang bicara tentang inovasi pendidikan mengenai sieber mudah-mudahan ini pesertanya guru , mahasiswa dan ketua-ketua prodi itu mendapatkan tambahan ilmu terkait dengan tugas-tugas kita sebagai dosen , guru dan sebagai mahasiswa.
Keberadaan prodi ini akan menjadikan tenaga pengembang teknologi pendidikan pembelajaran di satuan-satuan pendidikan di TK, SD, SMP. Dimana tugasnya selain menjadi guru tapi bisa juga menjadi media suara di balai-balai diklat di perusahaan-perusahaan swasta maupun negeri.
Hal ini akan digenjot, karena saat ini baru menghasilkan sarjana teknologi pendidikan. Dimana angkatan pertama hanya ada 6 orang, angkatan kedua 41orang, tahun ke tiga 52 orang dan tahun keempat ini yang menurut informasi itu akan diterima sekitar pendaftarannya cukup banyak 80 orang.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan