Empat Pilar Bangsa Pondasi Keutuhan NKRI 

0
58 views

 

Garut,Info Banua.Aggota MPR /DPR RI Acep Adang Ruhiat,menyarankan sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika menyasar ke perkampungan sehingga membentuk Indonesia berkarakter dari bawah.

“Pemerintah harus bergerak dan sosialisasi empat pilar sampai ke pelosok perkampungan,” ujarnya di sela sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di hadapan ratusan konstituennya di Madrasah Al-Hikmah Kec. Sukawening Kab. Garut, Rabu 5 Juli 2017.

Menurut dia, membentuk Indonesia berkarakter tidak hanya oleh pihak tertentu, namun merupakan tugas besar Pemerintah sehingga masyarakatnya tidak melupakan sejarah, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Karena Empat Pilar Bangsa Ini adalah pondasi utama keutuhan NKRI.

“Jangan hanya di kalangan tertentu, empat pilar bangsa ini mesti dikampanyekan ke semua kalangan tanpa terkecuali ditengah ancaman gangguan terhadap keutuhan NKRI akhir-akhir ini, empat pilar bangsa harus masuk ke permukiman penduduk dan negara aktif hadir di sana, seperti yang kita lakukan hari ini” kata anggota Komisi IV DPR RI tersebut.

Politisi PKB di Senayan yang juga pengurus yayasan Ponpes Cipasung itu menilai saat ini semangat dan jiwa nasionalisme yang dimiliki masyarakat Indonesia mulai luntur sehingga harus dicegah dengan harapan mampu membangkitkan kembali karakter berbangsa dan bernegara.

“Dulu saat era orde baru dan orde lama, pengertian Pancasila sangat digencarkan. Tapi justru sekarang menjadi kurang. Nah, ini yang menjadi tugas pemerintah dan kita bersama sehingga harus menjadi perhatian serius,” katanya.

“Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum dan merupakan panutan seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini kita tidak banyak yang tahu sehingga harus memperkuatnya,” kata putra pendiri Ponpes Cipasung itu.

Oleh karena itu ia berharap pembentukan karakter dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian ditularkan ke lingkungan sekitar seperti pondok pesantren, sekolah formal, amdrasah diniyah dan lain sebagainya demi kokohnya nasionalisme bangsa.

Pudarnya rasa nasionalisme hari ini salah satunya sebagai pengaruh dari kemajuan teknologi boleh jadi disebabkan oleh kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak-anak kita.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here