Bank Indonesia Penurunan Suku Bunga Harus Bisa Dimanfaatkan

Bank Indonesia Penurunan Suku Bunga Harus Bisa Dimanfaatkan

Penurunan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,50% menjadi 4,25%, dengan suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 3,50% dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5,00%, berlaku efektif sejak 25 September 2017.

Penurunan suku bunga acuan ini masih konsisten dengan realisasi dan perkiraan inflasi 2017 yang rendah serta prakiraan inflasi 2018 dan 2019 yang akan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran yang ditetapkan dan defisit transaksi berjalan yang terkendali dalam batas yang aman.

Untuk itu menurut Kepala BI Kalsel Harymurthy Gunawan dalam sambutannya acara Seminar Ekonomi Dan Bisnis dalam tema “Memanfaatkan Momentum Penurunan Suku Bunga Kebijakan Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Selatan”, Rabu (27/9), pemerintah daerah perbankan dan pelaku usaha dapat memanfaatkan kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kalsel. Dunia perbankan diharapkan dapat meningkatkan kredit produktif ditengah pelonggaran moneter agar dapat lebih efektif. “Guna memacu pelonggaran moneter tersebut yang lebih maju lagi dan tinggi atas kebijakan Bank Indonesia mengenai suku bunga agar lebih dipahami semua pihak baik pemerintah, perbankan dan investor, kata Hary.

Kata sambutan dari sekda prov Kalsel diwakilkan Siswansyah, pemerintah Provinsi Kalsel terus meningkatkan investasi sektor baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalsel dengan memudahkan investasi dengan pelayanan terpadu satu pintu. pemerintah juga mendorong berkembangnya UMKM melalui program kredit usaha rakyat dengan bunga 9 persen.

Dikatakan Siswansyah, Perekonomian Kalsel meraih momentum perbaikan ekonomi tahun 2016, pihaknya menaikkan belanja pemerintah 15 persen dari besaran APBD murni 2017 sekitar Rp6, 1 Trilyun. Konsumsi rumah tangga belanja pemerintah efektif menopang pertumbuhan ekonomi, semoga seminar ini bisa meningkatkan kemajuan perekonomian di Kalimantan Selatan.

Pembawa acara Seminar Ekonomi dan Bisnis Diana Rosianti yang juga Deputi Direktur Duta TV dan narasumber Dian Prima Susianti selaku Asisten Direktur Bank Indonesia Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Hendry Saparini menjabat Presiden Komisaris PT Telkom Indonesia, Muhammad Sirod dari Bank Indonesia, Putu Eka Jaya Dermawan SE MM selaku Wakil Pimpinan Wilayah Bank Republik Indonesia (BRI) Banjarmasin dan perwakilan dari dunia usaha Salim Fahri SE MM Selaku Wakil Ketua Apindo Kalsel.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan