Buntut Padamnya Listrik Malam Idhul Adha, PLN Akan Digugat

0
59 views

Belum adanya keterangana resmi dan permintaan maaf pihak PLN Wilayah Kalsel penyebab padamnya aliran listrik pada malam Hari Raya Idhul Adha. Dinilai Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kalimantan Selatan (YLPK Kalsel) Dr Fauzan Ramon SH MH bentuk kesewenang-wenangan.

Dengan kejadian malam Hari Idul Adha tanggal 1 September itu kejadian yang luar biasa karena orang mau merayakan Idul Adha itu listrik padam luar biasa se-Kalsel-Teng tanpa pemberitahuan apapun alasannya dan sangat disayangkan GM yang baru ini sampai detik dan hari ini tidak ada yang minta maaf kepada pelanggan PLN Kalimantan Selatan dan Kallteng.i

Kejadian yang cukup lama padamnya merasa dirugikan, merasa tidak tenang, tidak nyaman dan tersiksa juga orang tidak bisa tidur.

“Kami atas nama ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kalimantan Selatan akan menyurati , mensomasi, bahkankalau memang ternyata PLN tidak minta maaf dan tidak menjelaskan alasan-alasan apa yang terjadi kemarin,  kita akan lakukan gugatan class action karena ini sudah bukan persoalan baru pihak PLN ini sangat mengecewakan pelanggan di Kalsel dan Kalteng,” kata advokat seniorKalsel ini.

Masyarakat yang ingin melakukan gugatan, lanjut dia, pihaknya sudah membuka posko di kantor sekretariat Lembaga Perlindungan Konsumen Kalimantan Selatan (YLPK Kalsel) di  Jalan Adhyaksa RT 27 No 15A Banjarmasin dekat kampus Uniska.

Dengan gugatan class action baik sendiri maupun perkelompok itu diatur oleh undang-undang.  Karena sangat disayangkan sampai detik ini sekali lagi tidak ada penjelasan tidak ada minta maaf kepada pelanggan yang merasa dirugikan, yang merasa tersiksa, dengan kejadian pemadaman yang sangat luar biasa,” katanya.  

Melalui rilis yang diterima dari humas PLN Kalselteng bahwa diketahui ada
Gangguan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) yang terjadi di jalur antara Gardu Induk (GI) Barikin dan GI Rantau menyebabkan padamnya suplai listrik di beberapa wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Manajer Transmisi dan Distribusi PLN Kalselteng, Hery Santoso menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi pada Kamis (31/8) pukul 14.31 Wita. Akibatnya, suplai daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMg) Bangkanai sebesar 140 Mega Watt (MW) tidak dapat tersalurkan.

Kehilangan daya sebesar 140 MW menyebabkan frekuensi tegangan pada sistem Kelistrikan Kalselteng menjadi drop, sehingga beberapa pembangkit besar mendadak berhenti beroperasi.

“Turunnya tegangan secara drastis berdampak terhadap operasi pembangkit lainnya. Karena tegangan yang terlampau rendah, pembangkit lainnya termasuk PLTU Asam-Asam, PLTU Pulang Pisau mendadak trip (berhenti beroperasi),” ujar Hery.

Menurut Hery, saat ini PLN masih berupaya keras untuk memulihkan sistem Kelistrikan Kalselteng. Secara bertahap masing-masing Gardu Induk mulai dioperasikan. Selanjutnya secara bertahap pembangkit-pembangkit akan mulai dioperasikan untuk kemudian sinkron ke sistem kelistrikan.

“Untuk memastikan parameter keamanan, kami memerlukan waktu memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap. Saat ini (pukul 19.30 Wita) contohnya pemulihan suplai daya dari PLTMG Bangkanai sudah berhasil kami lakukan, selanjutnya secara bertahap kami melakukan start up PLTU Asam-Asam dan Insyaallah akan kembali beroperasi pukul 22.00 Wita,” ujarnya.  ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here