Ingin Menggaet Perempuan, Palsukan Kartu Anggota TNI AL dan Mengaku Mayor

0
87 views

Kotabaru- Seorang oknum TNI AL gadungan berpangkat Mayor Laut Pelaut berpangkat dan Sersan Mayor bernama Nuryanto (32) diamankan pihak TNI Angkatan Laut Kotabaru Kalimantan Selatan. Ia mengaku dirinya melakukan hal ini karena ingin gaya gayaan di hadapan perempuan.

“Tersangka TNI AL gadungan diamankan kemaren semalam 05.00 wita saat berada dipercetakaan Kotabaru,” kata Danlanan Letkol laut ( E) Joko Andrianto ST M.Tr. Hanla didampingi Wakapolres Kotabaru Kompol Yusriandi Yusrin, SIK M.Med Kom dan kasat Reskrim AKP Mipta Suria Miftah Irawan .Sik, SH dalam keterangannya kepada awak media, Kamis kemaren.

Joko Andrianto menjelaskan saat itu pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasanya ada yang mengaku sebagai TNI AL, petugas yang mendapatkan laporan hal itu langsung menuju lokasi yakni di percetakan Kecamatan Pulau Laut Utara .

“Ketika itu Nuryanto minta di buatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI AL berpangkat Serka Marinir dan minta di scand sama pemilik percetakan

Pemilik tersebut curiga akhirnya melaporkan ke salah satu anggota Danlanal. Petugas danlanal datang dan langsung meminta kartu anggotanya. Lalu anggota gadungan ini lantas beralasan bahwa kartu anggota dan surat dinasnya tertinggal di Jakarta ujar Nuryanto.

Petugas semakin curiga dan memeriksa isi tas tersangka , ketika diperiksa petugas menemukan KTA dan ATM dan beberapa alat bukti lainnya setelah itu nuryanto pun di bawa ke Mako Lanal Kotabaru untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

“Dihadapan petugas sebagai serka Marinir Angkatan laut karena dirinya ingin gaya gayaan Dihadapan perempuan ,” terang Joko

Atas hal itu kami amankan di mako angkatan laut untuk selanjutnya diserahkan ke Polres Kotabaru. Ditambahkan wakapolres kotabaru Kompol yusriandi , bahwa pihaknya telah menerima seseorang yang berhasil di amankan dan diduga memalsukan indentitas dan selanjutnya akan diperiksa dan mengamankan barang barang yang di temukan .

Nampak sekilas kita dapat melihat ada kartu indentitas TNI AL dan itu diduga dipergunakan oleh si pelaku dan untuk mengetahui detailnya tentu akan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku di kenakan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 6 tahun tentang tindakan pemalsuan indentitas.

Sementara berkaitan dengan ada atau tidak adanya korban hal tersebut masih akan di dalami proses lebih lanjut karena melihat dari barang barang yang di amankan cukup lumayan banyak ,” tutup Yusriandi ( ani )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here