STIKES Borneo Lestari Seminar dan Presentasi Ilmiah Terapi Obat Herbal Penyakit Generatif

STIKES Borneo Lestari  Seminar dan Presentasi Ilmiah Terapi Obat Herbal Penyakit Generatif

 

Beragam jenis tumbuhan, akar-akaran dan herbal lainnya dapat diracik sebagai jamu dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ramuan-ramuan herbal itu dapat digunakan sebagai vitamin yang mampu menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan mencegah penyakit bahkan dapat pula digunakan untuk mempercantik diri. Tanaman obat juga bisa menghidupi masyarakat petani  dari sisi ekonomi  dan ketergantungan Indonesia bahan impor dari luar dan Indonesia mampu mengali potensi  sendiri. Ini menjadi peluang untuk menjadikan kekayaan keanekaragaman hayati tersebut menjadi potensi  kefarmasian yang tidak hanya bernilai ekonomis namun juga bernilai tinggi bagi pengembangan keilmuan khususnya bidang kefarmasian.

Sambutan gubernur Kalimantan Selatan yang dibacakan  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi  Kalsel  H M Muslim mengatakan sangat menyambut baik diselenggarakan Seminar Nasional  dan Presentasi Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Borneo Lestari , Sabtu (30/9), dalam tema perkembangan terapi obat herbal pada penyakit generatif, ada dua poin jadi sorotan kita, herbal dan degeneratif. Bagi masyarakat awam tentunya asing dengan kata ini dan menjadi kewajiban bagi akademisi untuk mensosialisasikan apa itu herbal dan apa itu penyakit degeneratif.

Dikatakan Muslim, Secara umum herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan nilai lebih dalam pengobatan dengan kata lain semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal , Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah kekayaan  keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brasil, terdapat ada 30 ribu spesies tumbuhan dan 1940 spesies tumbuhan diantaranya berkasiat sebagai obat dari jumlah itu bahan 22 persen yang telah dibudidayakan, 75 persen bisa diambil langsung dari hutan, dengan kekayaan yang sangat berlimpah tersebut tentu jadi peluang yang sangat besar untuk lebih mengembangkan dan memasyarakatkan kasiat obat. Sejak ratusan tahun yang lalu telah dikenal dengan kepandaiannya meracik jamu dan obat-obatan herbal.

“Penyakit degeratif adalah suatu penyakit yang muncul akibat kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal jadi lebih buruk dari sturktur dari jaringan organ yang terkena semakin memburuk dari waktu ke waktu baik karena dari keausan tubuh yang normal atau pilihan gaya hidup seperti olahraga atau kebiasaan makan. Perhatian penyakit generatif di Indonesia menduduki peringkat tertinggi yang akhirnya menjadi beban bagi penyandangnya maupun lingkungan,” ucapnya.

Dijelaskannya, penyakit generatif tidak berpatok pada usia tua, karena gejala  generatif,  pada anak muda juga sudah muncul seiring dengan perubahan gaya hidup dengan prilaku, terkait dengan obat herbal  hasil riset bahwa penyakit generatif mampu dicegah dengan herbal , untuk itulah diharapkan hebal dan ilmu pengobatan modern saling mengisi terlebih jika mengacu untuk kepentingan bersama yang yakni kepentingan pasien.

“Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi  para ahli kesehatan mencoba mencari pengobatan dari bahan-bahan alam tradisional untuk mencegah dan mengobati penyakit degeneratif, terkait dengan hal tersebut ini menjadi tantangan bagi para akademisi  khususnya para mahasiswa sedang menempuh bidang kefarmasian untuk mengambil sekripsi yang berhubungan herbal sehingga keberadaan herbal sebagai salah satu alternatif pengobatan menjadi tersosialisasi dengan baik,” katanya.

Selain itu,  dukungan berbagai untuk pengembangan tentang herbal sehingga  diharapkan dunia kedokteran memiliki wawasan terhadap industri jamu atau tanaman herbal dengan tetap mempertimbangkan kwalitas keamanan dan efektifitasnya yang maksimal dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan termasuk didalamnya dermakologi , efek samping termasuk interaksi obat herbal juga harus dipantau untuk meningkatkan integrasi aman dari herbal berkasiat dalam praktek medis konvensional dengan perpaduan modern dengan terapil obat herbal sebagai pengobatan penyakit degeneratif maka langkah kita menjadi Kalsel yang sehat sebagai kwalitas pembangunan di Kalsel dapat terwujud sehingga visi kita menuju Kalsel MAPAN atau mandiri terdepan lebih sejahtera berkeadilan , berdikari dan berdaya saing dapat terlaksana dengan dukungan semua pihak.

Seminar Nasional  dan Presentasi Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Borneo Lestari  dalam tema perkembangan terapi obat herbal pada penyakit generatif. Narasumber DR dr Arifa Mustika MSc, Prof Dr Lukman Hakim MSc Apt, Dwi Ranny Pertiwi SE MN.

Satria Wibawa ketua pelaksana acara seminar mengatakan, ada beberapa hal yang melatarbelakangi kegiatan ini yaitu pola pengobatan khususnya di Kalsel  pasien itu menggunakan untuk obat dari dokter, obat siintesis juga dibarengi dengan obat herbal. Jadi dalam kesempatan ini kita mencoba mengupas dan mempelajari bagaimana menurut berbagai fakta yang akan diangkat dari seminar ini. Bagaimana pandangan mereka bagaimana pola dengan pengobatan seperti itu.

tujuan dari pelaksanaan seminar ini mengetahui obat yang akan digunakan sebagai  terapi generatif, mengetahui prodak-prodak alam pada penyakit degeneratif, mengetahui farmakotika dan interaksi obat bahan alam, obat sintetik dan terapi penyakit.

Jumlah peserta 495 orang terdiri dari apoteker, tenaga teknis kefarmasian, tenaga medis lainnya dan beberapa mahasiswa. Seminar terselenggara dengan kerjasama Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Kalsel  dan Yayasan Borneo Lestari .

ida

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan