‎Infrastruktur Objek Wisata Semakin Baik, Gairahkan Kegiatan UMKM

0
72 views

Jakarta – Seiring semakin membaiknya pembangunan infrastruktur, sektor pariwisata akan menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena perkembangan pariwisata akan sangat berdampak pada peningkatan UMKM di daerah tersebut.

“Sektor pariwisata telah menjadi payung bagi perkembangan banyak sektor termasuk peningkatan UMKM. Melalui pariwisata akan banyak UMKM tumbuh baik yang bergerak di sektor perdagangan maupun jasa di Indonesia,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Senin (20/11/2017) usai acara Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia, di Sahid Hotel Jakarta.
Mirza mengharapkan agar pariwisata bisa bisa menjadi potensi untuk meningkatkan devisa negara.

“Pariwisata bisa menjadi devisa baru dan saat ini pemerintah sudah sangat serius mendorong pembangunan di sektor pariwisata,” katanya kepada wartawan usai menjadi pembicara utama dalam pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia 2017 di Jakarta, Senin.
Mirza mengatakan, pemerintah sangat memperhatikan sektor pariwisata hal ini terlihat dari semakin gencarnya pembangunan infrastruktur menuju ke kawasan wisata yang ada di Indonesia salah satunya adalah NTT tersebut.

Di tahun 2017 saat pemerintahan Jokowi-JK memasuki tiga tahun sektor pariwisata menempati urutan kedua untuk urusan penyumbang devisa bagi negara setelah sektor migas.

Pada 2016, devisa pariwisata sudah mencapai 13,5 juta dollar AS per tahun. Hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) yang sebesar 15,9 juta dollar AS per tahun. Padahal pada 2015 lalu, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

Saat itu pariwisata ada di bawah sektor migas sebesar 18,5 juta dollar AS, CPO 16,4 juta dollar AS, dan batubara 14,7 juta dollar AS. Jika negara Singapura bisa mendatangkan banyak wisatawan dan dalam setahun bisa memberikan devisa bagi negaranya sampai 18 miliar dollar AS seharusnya kita juga bisa melalui sektor pariwisata.

“Sampai dengan 2017 pemasukan dari sektor pariwisata bagi Indonesia lanjutnya baru mencapai 11 miliar Dolar AS. Namun hal itu menujukkan perkembangan. Bahkan kami optimis bahwa setelah pemerintah mengembangkan 10 destinasi wisata unggulan pariwisata di Indonesia maka kelak sektor pariwisata akan terus berkembang,” ungkapnya.

Sektor lain yang bisa mendukung pariwisata di Indonesia adalah pengembangan penerbangan langsung dari satu negara wisata ke kawasan wisata Indonesia.Misalnya penerbangan langsung dari Australia ke Labuan Bajo, dari China ke Papua Raja Ampat dan kawasan wisata lainnya. “KOndisi itu sangat mendukung peningkatan devisa negara melalui sektor pariwisat,” katanya.

Ida yusnita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.