TRGD Gandeng LPPM ULM, Latih 186 Warga Bikin 200 Sekat Kanal

TRGD Gandeng LPPM ULM, Latih 186 Warga Bikin 200 Sekat Kanal

Keseriusan pemerintahan Jokowi, melindungi hutan dan lahan gambut patut didukung. Untuk itu agar pelaksanaan restorasi restorasi lahan gambut bisa berjalan dengan baik, dibutuhkan kerja sama dari banyak pihak, karena banyaknya kepentingan yang ada di sana, baik kepentingan ekonomi dari kelompok besar dan masyarakat yang hidup di sekitar lahan gambut maupun kepentingan dari NGO, masyarakat adat, kelompok masyarakat sipil, pemerintah dan tentu kepentingan global.

Pasalnya, lahan gambut Indonesia adalah salah satu yang terluas di dunia, sangat dalam, dan menyimpan karbon yang besar. Karena itu, jika terjadi sesuatu pada lahan gambut, maka impact-nya dirasakan langsung tidak hanya di negara tetangga tetapi juga dunia global karena karbon yang disimpan sangat besar jumlahnya.

Dengan dukungan UNDP, Badan Restorasi Gambut Daerah Kalsel menggandeng LPPM Universitas Lambung Mangkurat melakukan pelatihan bagi 186 warga binaan untuk membuat kanal di wilayah Batola, HSS dan HSU. Kegiatan pelatihan sendiri berlangsung selama lima hari, 14-18 Nopember 2017 di Aria Hotel Banjarmasin.

DR Rosalina Kumalawati koordinator pusat studi kebencanaan ULM yang ikut juga mengurusi kerjasama LPPM mengatakan, ada 14 paket yakni 12 paket revitaslisasi antara lain untuk pertanian, kegiatan pertanian tanpa bakar, perternakan, ada perikanan , pembuatan sumur bor dan sekat kanal. Yang akan difokuskan di 3 kabupaten Batola, HSS dan HSU. Dimana pelatihan pembuatan sekal kanal adalah salah satu kegiatan dari 14 paket .

“Pelatihan sekat kanal akan membuat 200 sekat kanal di Batola, HSS dan HSU dimana di setiap kabupaten mempunyai kelompok masyarakat peduli gambut ,” katanya didampingi Tim LPPM ULM Banjarmasin, Andrian Armand Gannery ST Msi dan Lubendik Sigalingging MIS (Adv), di Aria Barito Hotel , Selasa (14/11/2017).

Menurut Rosa, dengan adanya pelatihan ini mereka bisa mandiri bisa membuat sumur bor dan sekat kanal. Jika sudah terlatih dan bisa melakukan dengan profesional. Tenaga kerja terlatih ini akan di undang kembali dandiberdayakan sebagai pelatih narasumber.
Kegiatan pelatihan sendiri sudah dilaksanakan sejak bulan September tahun 2017 dengan beberapa kali pertemuan dan kegiatan.

Yang kita kerjakan sumur dan sekat . hambatan-hambatan kami karena waktunya sedikit untuk koordinasi kemasyarakat itu harusnya beberapa atau bertahap ini dalam satu tahun perencanaan, pelaksanaan,semuanya harus jadi jadi kita terbatas oleh waktu.

“Kami berharap lewat program ini ada tindak lanjut dari pemerintah untuk melakukan pemeliharaan, sehingga tidak hanya sekedar berhenti di pembangunan saja . Sehingga ketika sudah ada sekat , sumur, pemda, bapeda , serta kelompok masyarakat bisa terus bekerjasama ,” katanya.

Hari ini, Rabu (15/11/2017) para peserta pelatihan akan praktek kerja di Desa Jejangkit Timur Batola untuk membuat sekal kanal dan akan dilanjutkan ke wilayah HSU dan HSS dengan total 200 sekat kanal.

idayusnita

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan