Menpora Tekankan Pentingnya Menjaga NKRI Kepada Peserta JPI 2017

Menpora Tekankan Pentingnya Menjaga NKRI Kepada Peserta JPI 2017

Sawahlunto: Kota kecil yang ramah dan berjarak sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat yang bernama Sawahlunto hari ini menjadi tuan rumah kegiatan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017. Di area Camping Ground, kawasan wisata Kandi, Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat inilah, JPI 2017 dilaksanakan.

Menpora Imam Nahrawi yang didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf dan Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Mulyadi Adnan turut hadir membuka JPI 2017 pada Kamis (16/11) siang. Dengan memukul gendang tabu, alat musik Sumatera Barat, Menpora bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Walikota Sawahlunto membuka secara resmi JPI 2017

Jambore yang digelar dari tanggal 15-21 November 2017 dikuti 544 pemuda terbaik mewakili 34 provinsi ditambah dengan peserta dari kabupaten/kota se-Sumatera Barat dengan total peserta 1000 pemuda. Menpora bersama rombongan tiba di lokasi JPI 2017 pada pukul 11:00 WIB langsung disambut tarian Galombang Pasambahan. Tarian Galombang ini merupakan tarian menyambut tamu kehormatan yang datang ke Provinsi Sumatera Barat.

Mengawali sambutannya, Menpora mengucapkan selamat kepada Kota Sawahlunto yang dipercaya menjadi tuan rumah JPI 2017. “Selamat kepada Kota Sawahlunto yang sudah terpilih menjadi tuan rumah JPI 2017. Kota Sawahlunto terpilih karena kota ini merupakan kota bersejarah. Dimana salah satu tokoh pemuda Indonesia yaitu Muhammad Yamin dengan bersama-sama telah membuat sejarah besar melalui Ikrar Sumpah Pemuda,” ucap Menpora.

Ia melanjutkan, kita semua yang hadir di tempat ini, khusus para anak muda untuk menjadi Muhammad Yamin berikutnya yang mampu membingkai kebhinekaan ini sampai kapan pun. Itulah tanggungjawab kita sebagai pemuda. Karenanya melalui JPI ini, yang akan melaksanakan beberapa kegiatan di sini untuk memanfaatkan sebaik mungkin untuk menjalani persahabatan bagi para pemuda yang berbeda suku, agama, budaya dan sebagainya.

Menpora juga meminta untuk mempublikasikan kegiatan JPI 2017 melalui media sosial, agar media sosial ini dipenuhi oleh informasi yang positif dan membangun. “Nanti saya akan megecek apakah kalian mempublikasikan melalui media sosial. Karena saya tidak ingin acara sebesar ini hanya formalitas semata, tapi harus ada makna baru bagi penguatan kebhinekaan dimana disaat yang bersama ada tantangan yang cukup luar biasa, radikalisme ada dimana-mana, orang-orang yang akan mencabik kebhinekaan tunggal ika dan sebagainya. Kalian sebagai pemuda yang harus menjaga hal-hal seperti itu, kalianlah yang menjaga Pancasila sebagai lambang negara dan NKRI, ” ujarnya.

Di akhir sambutan, Menpora memuji para peserta. “Ini jarang terjadi, upacara pembukaan di siang hari tapi tidak ada satu pun peserta yang meninggalkan tempat acara.Tetap berdiri tegak di lapangan. Ini pemandangan langka. Semangat ini harus dijaga karena pemuda Indonesia harus kuat fisik, mental, dan spiritual untuk jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” tutup Menpora menyemangati para pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah mengatakan Jambore yang bertajuk Pemuda Indonesia Berani Bersatu akan dilaksanakan dengan menghadirkan 544 pemuda terbaik mewakili 34 provinsi ditambah dengan peserta dari kabupaten/kota se-Sumatera Barat dengan total peserta 1000 pemuda

“Pada JPI 2017 ini, melaksanakan program alih ketrampilan Tenun Silungkang selama 20 hari yang diikuti oleh 34 peserta dari 34 Provinsi. Bekal keterampilan Tenun Silungkang diharapkan dapat memperkuat pengembangan produk ekonomi kreatif di daerah mereka masing-masing,” paparnya

Sementara Walikota Sawahlunto Ali Yusuf mengaku bangga membagikan warisan budaya Sawahlunto berupa Tenun Songket Silungkang kepada semua pemuda dari 34 provinsi. “Tenun songket Silungkang diajarkan 400 tahun lalu. Kini kami ajarkan ke semua pemuda provinsi yang ada di Indonesia ini. Sebanyak 31 pemuda yang kami minta menenun, 20 orang sudah siap pakai. Sudah bisa buat motif. Ini menjadi ajang persiapan berwiraswasta di daerah masing-masing,” kata Ali.

Dalam acara tersebut Menpora meninjau para pengrajin songket silungkang, stand-stand peserta JPI dan JPD dari seluruh provinsi Indonesia yang diawali pemotongan pita. (rep)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan