Cegah Kerugian Negara, TP4D Sidak Proyek RSUD Kotabaru Senilai Rp16,9 Miliar

Cegah Kerugian Negara, TP4D Sidak Proyek RSUD Kotabaru Senilai Rp16,9 Miliar

Kotabaru Jajaran Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah serta Pembangunan Daerah ( TP4D) Kejaksaan Negeri Kotabaru meninjau proyek pembangunan gedung kelas Very Importan Person (VIP) dan gedung Instalasi Gawat Darurat ( IGD ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru, Kamis (16/11/2017).

Rumah sakit ini beralamat di Jalan Raya Stagen, kecamatan Pulau Laut Utara, kabupaten Kotabaru. Pembangunan RSUD yang menelan anggaran hingga Rp16, 965 milyar.

Dana tersebut, kata Kabid Cipta Karya pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Adi Eka. ST dipergunakan untuk pembangunan lantai gedung, plafon dan sarana lainnya dan ditargetkan pembangunan selesai akhir tahun anggaran atau berakhir Desember 2017..

“Penijauan kali ini memastikan proyek penbangunan rumah sakit ini telah sesuai target atau schedule-nya. Setidaknya diproyek ini, kami melakukan pengawalan hingga pengawasan agar tak terjadi kerugian negara. Apalagi proyek ini menelan anggaran hingga
Rp 16, 965.351.000 milyar, “tandas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru Indah Laila, SH; MH.

Indah Laila menambahkan, keberadaan TP4D Kejari Kotabaru karena proyek tersebut, sudah terjadi keterlambatan dari pihak kontraktor yakni PT. Mutiara Indah Abadi.

Bahkan perusahaan yang mengerjakan proyek itu, kata Indah sudah pernah mendapat teguran pertama dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang di tembuskan ke Kejaksaan Negeri Kotabaru. “Pelaksanaan proyek ini baru mencapai progress 27persen, ” ujarnya.

Indah Laila menerangkan, peninjauan itu guna mempertemukan beberapa pihak yang bertanggung jawab dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Atas keterlambatan pekerjaan proyek ini, kami sudah bertemu beberapa pihak yang bertanggung jawab dalam proyek, baik kontraktor maupun konsultan CV. Drama Cipta Pratama. Kami juga sudah memberikan arahan untuk menambah jam kerja, guna mempercepat penyelesaian pekerjaan, “ujarnya.

Sementara itu Ketua TP4D sekaligus Intelijen Kejari Kotabaru, Andrie Dwi Subianto, SH. MH mengatakan TP4D tak hanya mengawal atau mengawasi jalannya proyek pembangunan rumah sakit, tetapi masih ada lima proyek pembangunan lagi yang juga akan dikawal, namun sampai saat ini belum dilakukan, akan tetapi pengawalan dimulai dari proyek pembangunan bandara ini yang ke dua hasil peninjauan kami. ( ani)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan