Bank Indonesia Optimis Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru Relatif Terjaga

0
84 views

 Jakarta – Berkat kesigapan dan kerjasama semua elemen dan stakeholder, adanya kekuatiran terjadi laju inflasi jelang Natal dan Tahun Baru 2018 diharapkan tak terjadi. Karena beberapa langkah strategis sudah dilakan Bank Indonesia dan semua pihak..

“Pemerintah akan mampu menekan inflasi hingga akhir tahun 2017, karena ada upaya menstabilkan harga bahan pokok menjelang Natal dan pergantian tahun baru 2018. Karena berdasar perhitungan Bank Indonesia melihat agka 3,2 atau 3,3 persen sepanjang 2017. Natal dan Tahun Baru tidak setinggi tahun lalu,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir ditemui dalam acara “Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (20/11/2017)..

Suhaedi mengatakan, beragam upaya dilakukan demi mencegah terjadinya kenaikan harga bahan pokok yang cukup signifikan. Upaya itu, diharapkan inflasi bisa terjaga dengan baik.
Disisi lain, menurut pandangan Pengamat Ekonomi Samuel Sekuritas Lana Soelistyoningnsih, menjelang tahun baru serta perayaan Natal memang akan ada tren kenaikan harga bahan pokok. Karena kondisi barang yang terbatas, juga bisa memicu lonjakan berlebihan di pasar, misalnya harga daging sapi saat menjelang Lebaran 2017 bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram.

“Tapi kami melihat semaunya masih terjaga karena pemerintah sudah lakukan langkah antisipatif. Memang pada saat tertentu permintaan ada faktor musiman, misalnya Learan, menjelang akhir tahun, Natal, dan ini permintaan naik. Namun, untuk Lebaran 2017 lumayan terjaga. Harga daging terjaga, dan ini upaya maksimal dari pemerintah untuk menahan harga melalui impor,” katanya.

Samuel berharap, peran TPID harus dimaksimlakan karena memang sangat dibutuhkan perannya untuk bisa membantu menekan harga melalui beragam monitoring. TPID bisa melakukan survei ke pasar, memastikan harga tidak mengalami lonjakan kenaikan secara berlebihan.

“Selain melakukan pemantauan secara langsung harga bahan pokok di pasar, juga harus ada sistem pemantauan harga bahan pokok memanfaatkan dalam jaringan seperti di Jateng dan idealnya bisa diadopsi,” katanya.

ida yusnita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here