Transaksi Pembayaran Non Tunai Berikan Kemudahan Bagi Masyarakat

0
170 views

Jakarta – Bank Indonesia terus mendorong penggunaan transaksi nontunai. Lantaran, transaksi nontunai lebih memberikan kemudahan bagi masyarakat. Transaksi non tunai sendiri meliputi uang elektronik, debit, dan kredit. Transaksi non tunai memiliki beberapa keunggulan dari transaksi tunai.

BI mendorong penggunaan non tunai, bukan hanya uang elektronik termasuk debit, kredit membuat transaksi lebih efisien, aman, praktis, bisa dibawa kemana-mana, penyimpanan lebih mudah. Tidak gampang kotor,” ujarnya.
Kemudian, adapun keuntungan yang diperoleh BI ialah mengurangi biaya untuk percetakan uang tunai. Untuk perbankan tidak mengeluarkan biaya untuk pengelolaan.

“Selain itu, perencanaan ekonomi lebih akurat, transparan serta efisien,” kata Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky P Wibowo pada Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 di Grand Sahid Hotel Jakarta, Senin (20/11/2017).

Pungky menjelaskan, transaksi non tunai seperti elektronifikasi agar masyarakat bertransaksi tidak menggunakan uang kontan. Dimana transaksi pembayaran dengan non tunai sistem elektronifikasi itu bisa digunakan untuk pembayaran jalan tol, bantuan sosial, moda transportasi dan “cash management system” seperti untuk bantuan dana desa dan bantuan operasional sekolah.

“Kami berharap media massa dapat menginformasikan kepada masyarakat terkait sistem pembayaran non tunai seperti program elektronifikasi. Media massa juga dapat menjadi penghubung antara regulator dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Menjadi sumber informasi yang dipercaya serta menjadi penyampai kebijakan baru. Media sebagai ‘influence’ masyarakat untuk mendorong elektronifikasi transaksi non tunai,” ungkapnya.

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa transaksi non tunai tidak akan menggantikan atau menghilangkan pembayaran dengan uang tunai di masa mendatang. Pembayaran non tunai disebut menjadi pelengkap dalam sistem pembayaran di Indonesia.

“Kalau ekonomi bertumbuh, pasti kebutuhan akan uang meningkat, baik tunai dan non tunai. Non tunai menggantikan tunai? Tidak. Non tunai melengkapi tunai? Iya,” ujarnya.

Pungky engungkapkan, efisiensi yang tercipta dari penggunaan uang elektronik sangat besar. Sebagai gambaran, untuk satu jenis bantuan sosial, pemerintah harus menanggung beban Rp9 ribu hingga Rp13 ribu untuk penyaluran 10 juta penerima bantuan sosial per bulan atau sekitar Rp1,2 triliun per tahun.

ida yusnita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.