2018, Terminal Penumpang Pelabuhan Tunon Taka Beroperasi

0
151

NUNUKAN, INFOBANUA – General Manejer PT.Pelindo Wilayah 1V Muhammad Ilyas, SE. mengatakan, pembangunan terminal penumpang yang telah dibangun melalaui pendanaan APBN, yang semula direncanakan oleh Presiden RI Joko Widodo sebesar Rp 120 miliyar ternyata yang disepakati Tim Pilindo Pusat hanya Rp 70 Milyar. Meskipun demikian, namun pembangunan terminal penumpang Pelabuhan Tunon Taka Nunukan tersebut sudah mencapai progress yang signifikan sekitar 60 persen.

“Diharapkan tahun 2018 pembangunan terminal penumpang ini sudah rampung pembangunan nya”, ujarnya.

Dikatakan, pembangunan terminal peti kemas tersebut diperkirakan selesai sekitar bulan April. Upaya percepatan penyelesaian pembangunan itu juga tidak terlepas adanya desakan dari mitra kerja sebagai pengguna jasa pelabuhan.

“Lebih cepat selesai lebih bagus, agar cepat dimamfaatkan. Dan lebih penting lagi untuk kenyamanan penumpang”, pungkasnya.

Lebih jauh Muh Ilyas mengatakan, pihaknya merasa bukan lah sebagai pemilik pelabuhan, tapi hanya sebagai pelaksana atau pengelolah pelabuhan. Namun, tegasnya lagi pemilik pelabuhan adalah orang yang mencari napka di dalam pelabuhan itulah pemilik pelabuhan yang sebenarnya.

Ia juga menambahkan, terminal penumpang yang dibangun PT. Pelindo Wilayah IV berskala standar nasional seperti pelabuhan di Batam dan pelabuhan lainnya yang berada di perbatasan.

“Pemerintah membangun dengan skala standar nasional kita harus bersaing dengan negara tetangga kita Tawau Sabah Malaysia. Kalau perlu kita lebih baik utamanya seperti (Pengamanan) itu yang penting”, tuturnya.

Dijelaskan, setelah pembangunan pelabuhan penumpang selesai, ada sejumlah instasi vertikal didalamnya yang ikut memanfaatkannya yang berkaitan dengan kepalabuhanan yakni PT. Pelindo sendiri, Pos Bea Cukai, Pos Polisi KPPP, Pos Imigrasi,Pos Sabandar.

“Pembangunannya sudah dirancang sedemikian rupa. Karenanya saya berharap dengan begitu luasnya lahan Pelindo Nunukan ada Investor bisa masuk dan berinvestasi di Bumi Tunon Taka ini, seperti pabrik es maupun yang bisa saling menguntungkan”, ungkap Muh Ilyas.

(Agus / Yusuf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here