Paman Birin, Gratiskan Nonton Film Pangeran Antasari di Studio XXI

0
5

Pemprov Kalsel menggratiskan nonton film perjuangan Film Pangeran Antasari yang mulai ditayangkan tanggal tanggal 1 Januari 2018 di Studio XXI Duta Mall Banjarmasin.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Paman Birin (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor), film akan tayang pada pukul 10 pagi. Kami sedang melakukan koordinasi juga dengan manajemen XXI untuk penayangannya,” tutur Ahmad Subakti, kemarin (28/12) di Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Pada hari penayangan perdana nanti, Pemprov Kalsel merencanakan bakal menyewa empat buah studio yang ada tersedia di XXI. “Kalau menyewa seluruh studio, dananya bisa mencapai 70 juta rupiah. Untuk tahap awal, empat saja dulu,” bebernya.

Jika penonton membeludak, Subakti bakal memikirkan kembali penayangan selanjutnya. “Bisa saja, usai penayangan tanggal 1 Januari akan ada jam penayangan tambahan,” kata Subakti yang akrab disapa Paman Nanang ini.

Penayangan pertama baru diadakan di ibukota Kalsel. Lalu bagaimana dengan penonton yang dari daerah lain? “Penayangan di bioskop saja dulu, terkait teknis penayangan di 12 kabupaten dan kota lainnya akan kita bicarakan nanti. ”

Untuk diketahui, film berdurasi 90 menit ini menceritakan heroiknya Pangeran Antasari melawan para penjajah Belanda. Pergelutan yang berlangsung terjadi kala peristiwa Perang Banjar yang berlangsung sejak 1859 hingga runtuhnya Kerajaan Banjar pada tahun 1905. Film yang diilhami dari skenario Banua Kita karya budayawan Adjim Arijadi ini mengusung slogan Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi mengatakan film ini digarap bukan untuk keperluan komersial. “Makanya kita gratiskan untuk penonton. Tujuan utamanya agar masyarakat Kalsel mengetahui sejarah perjuangan Pangeran Antasari,” ujar Yusuf.
Sebelumnya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor memang menginginkan penayangan perdana film yang menghabiskan anggaran mencapai Rp2,9 miliar itu di bisokop. Sahbirin sendiri ikut berperan dalam film ini memerankan rakyat biasa di satu scene.

Film garapan PT. Cahaya Kristal Media Utama ini penggarapannya dipusatkan di Desa Kiram. Film semi kolosal ini digadang bakal menjadi film pertama di Banua yang menampilkan sejarah yang pernah terjadi di Kalsel.
Penggarapan film ini sendiri sejak lama dinanti. Baru pada tahun 2017 ini dapat terealisasi. Terlaksananya film Perang Banjar bermulaketika pementasan teater kolosal Perang Banjar di Stadion Lambung Mangkurat tahun 2016 lalu. Ketika itu, gubernur menginginkan sejarah perjuangan rakyat Kalsel ini di angkat ke layar lebar.

Penggarapan film ini tak hanya melibatkan puluhan pemain lokal, namun melibatkan pula artis dan aktris nasional. Seperti Egi Fedly yang memerankan Pangeran Antasari dan Helmalia Putri yang memerankan istri Pangeran Hidayatullah.rel/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here