Jelang Pilkada, Sejumlah Perwira Polisi Langsung Diganti

0
45 views

Pemilihan kepala daerah serantak akan segera dimulai beberapa bulan lagi. Di tengah hiruk-pikuk pencalonan para kandidat itu, sejumlah perwira kepolisian dimutasi karena ada di antaranya yang menjadi kandidat dalam pemilihan kepala daerah itu.

Pemilihan kepala daerah serentak di 171 daerah akan berlangsung pada 2018. Pilkada serentak berlangsung pada Juni di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Siapapun dapat maju sebagai calon kepala daerah, termasuk anggota TNI/Polri. Syaratnya, sesuai Undang-Undang Pemilu, anggota TNI/Polri harus mundur setelah ditetapkan secara definitif menjadi peserta Pilkada.

Meski belum ada yang definitif sebagai kandidat Pilkada, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerbitkan surat telegram rahasia terkait mutasi perwira Polri pada 5 Januari 2018. Dalam surat telegram mutasi nomor ST/16/I/2018 itu, terdapat sejumlah nama perwira Polri yang akan mencalonkan diri dalam pilkada serentak tahun ini.

Mereka adalah Irjen Safaruddin untuk Pilkada Kalimantan Timur, Irjen Anton Charliyan untuk Pilkada Jawa Barat, dan Irjen Murad Ismail untuk Pilkada Maluku.

“Untuk menindaklanjuti beberapa perwira Polri yang turun dalam kontestasi Pilkada 2018 ini,” dibenarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal, Muhammad Iqbal.

Safaruddin dimutasi dari posisinya sebagai Kapolda Kalimantan Timur menjadi perwira tinggi Badan Intelijen Keamanan Polri dalam rangka pensiun.

Kapolri menunjuk Brigjen (Pol) Priyo Widyanto sebagai pengganti Safaruddin. Priyo sebelumnya menjabat kapolda Jambi.

Adapun Anton Charliyan yang menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri. Posisinya digantikan Irjen Sigit Sudarmanto.

Murad Ismail yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Korps Brimob Polri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brimob Korbrimob Polri. Posisinya akan digantikan Brigjen Rudy Sufahriadi yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Tengah.

Selain tiga jenderal tersebut, satu nama anggota Polri juga yang disebut akan terjun ke dunia politik. Dalam Nomor ST/17/I/ 2018 tanggal 5 Januari 2018, Kapolres Manggarai Polda NTT, AKBP Marselis Sarimin dimutasikan sebagai Pamen Polda NTT.

Jabatan Marselis digantikan oleh AKBP Cliffry Steiny Lapian yang sebelumnya menjabat Pamen Polda NTT. Marselis disebut akan mengikuti Pilkada Manggarai Timur.

Mutasi juga terjadi bagi para perwira yang akan memasuki masa pensiun. Kapolri memutasi 32 perwira tinggi karena mereka memasuki masa pensiun, termasuk Jenderal Polisi Budi Gunawan, yang dimutasi menjadi perwira tinggi di Badan Intelijen dan Keamanan.

Mutasi atas puluhan perwira tinggi polisi itu berdasarkan Surat Telegram Kepala Kepolisian Indonesia Nomor ST/15/I/2018 tertanggal 5 Januari 2018.

Beberapa nama lain yang dimutasikan yaitu Brigadir Jenderal Polisi Didik Purnomo dimutasikan sebagai perwira tinggi Kepolisian Indonesia.

Ada juga Brigadir Jenderal Polisi Suprayitno dimutasi sebagai perwira tinggi Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, dan Inspektur Jenderal Polisi Arief Dharmawan dimutasi sebagai perwira tinggi di Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Indonesia.

Selanjutnya Brigadir Jenderal Polisi Eldi Azwar dimutasikan sebagai perwira tinggi Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi I Wayan Sudana dimutasi sebagai perwira menengah Polda Bali.

Kemudian Inspektur Jenderal Polisi Bambang Hermanu, Inspektur Jenderal Polisi Nicolaus Eko, dan Brigadir Jenderal Polisi Wakin Mardiwiyono dimutasikan sebagai perwira tinggi SSDM Kepolisian Indonesia.

dayat/sam/brt-tgr/humas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.