Ayam KUB Kampung Rezeki Kota

0
593 views

Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Balitbangtan Kementerian Pertanian yang akhir-akhir ini disosialisasikan diantero Nusantara termasuk di Kalimantan Selatan ,mulai dikenal dan diminati masyarakat awam maupun peternak . Ayam KUB berasal dari persilangan ayam kampung diberbagai daerah ini tidak selamanya identik dengan kampungan yang umumnya dipelihara masyarakat pedesaan.Namun ayam unggul yang diteliti hampir 9 tahun ini oleh Balitnak Balitbangtan yang kemudian dilepas dengan label Ayam Unggul,banyak diminati masyaakat menengah keatas karena mempunyai nilai ekomis tinggi.Ayam yang sepintas fisiknya tidak jauh berbeda dengan ayam kampung biasa, terutama dalam segi warna yang berbeda-beda , bisa bertelur lebih awal dariada ayam kampung .Menurut Susanto SST penyuluh madya dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan, ayam KUB mulai bertelur umur 4 bulan dan bisa berpr oduksi antara 120 sampai 160 butir /ekor /tahun .

Ketika mensosialisasikan pemeliharaan ayam KUB di Kelompok Tani Berkat Bersama(KT-BB) desa Sungai Pinang Lama kecamatan Sungai Tabuk kabupaten Banjar Rabu 14 Januari 2018 dikediaman Sarman(Ketua KT-BB),petani setempat antusias mengikuti pemaparan tentang ayam pendatang baru itu sampai praktek pengolahan jamu ternak bersama penyuluhBPP Sungai Tabuk.Bimbingan teknis( Bimtek) bagi penyuluh dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) didesa garis batas kabupaten Banjar dan Barito Kuala itu,Susanto menyampaikan tatacara penetasan,pemeliharaan ,pengolahan jamu dari rempah-rempah yang ada disekitar pedesaan sampai nilai ekonomisnya .

Susanto katakan ayam KUB mempunyai karakteristik bentuk tubuh,berat tubuh dan tanda-tanda lain, namun umumnya adalah ayam kampung tapi tidak kampungan.Dengan kata lain bisa dikatakan ayam kampung rezeki kota karena mempunyai nilai ekonmis tinggi bisa bersaing dengan ayam jenis lain .Keunggulan sfesifik ayam KUB selain bisa bertelur sampai 160 butir /ekor/tahun harga jual apkiran (tidak bertelur lagi ) dan pejantan harga pasarnya tinggi .

“Hasil tetasan meskipun banyak jantannya tapi harga pasarnya tetap tinggi dan selalu dicari konsumen,” tegas Susanto.

Sistem perkandangan dibuat kandang apar-apar /kolong ,jangan becek dan harus dijaga sanitasinya /lingkungannya yang higienis/bersih dan sehat. Alasannya karena kandang ayam ditempat tidak kering alias becek akan menjadi sumber penyakit seperti gumboro /tetelo atau cekak.

Alternatif yang paling efektif antisipsi agar ayam selalu sehat adalah diberi jamu ramuan produksi petani sendiri .Bahan-bahan yang diperlukan dari 13 jenis tanaman Bioparmaka antara lain bawang putih,jahe ,kencur,lempuyang,laos ,temu ireng dan duan-daunan yang rasanya pahit yang diproses bisa bertahan 6 bulan kata Santo (panggilan akrab Susanto).

Bimtek budidaya dan pengendalian penyakit ayam kampung(KUB) selama sehari penuh, diwarnai tanya jawab karena petani KT.Berkat Bersama dan Gapoktan Usaha Bersama umumnya, sangat berminat untuk mengembangkan ayam KUB.Penyuluhan Bimtek tentang ayam KUB dari BPTP Kalsel adalah Ir.NoorAmali (penyuluh madya) mewakili Kepala BPTP, Susanto SST.(Penyuluh Muda) Harun Kurniawan Spt.(Penyuluh Pertama ) dan Isa Ansyari SP (penyuluh Pertama).Sedangkan dari BPP Sungai Tabuk hampir seluruhnya hadir termasik pengurus KTNA kab.Banjar Drs.H.Ilmi Syahrani dikoordinir Kepala BPP Sei.Tabuk H.M.Yajidi SP.(Ayi Kuswana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.