Kota Banjarmasin Bulan Februari Terjadi Deflasi 0,14 Persen

0
47 views

Kota Banjarmasin terjadi Deflasi sebesar 0,14 persen. Laju inflasi kalender tahun 2018 (Februari 2018 terhadap Desember 2017) sebesar 0,14 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 2,79 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, udang basah, parfum.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, Ir Diah Utami MSc, Kamis (1/3), Kota Banjarmasin terjadi deflasi sebesar 0,14 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,49 pada bulan Januari 2018 menjadi 131,30 pada bulan Februari 2018.

Menurut Diah, adanya penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,23 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,50 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,14 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,29 persen.

“ Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, udang basah, parfum. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain: semangka, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, makanan ringan/snack, bensin,” jelas Diah.

Sedangkan, di Kota Tanjung lanjut Diah, bulan Februari 2018 mengalami Deflasi sebesar 0,16 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2018 ( Februari 2018 terhadap Desember 2017 ) terjadi inflasi sebesar 0,23 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 1,53 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain: sawi hijau, daging ayam ras, kacang panjang, bayam, telur ayam ras.

“Di Kota Tanjung, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,04 pada bulan Januari 2018 menjadi 130,83 pada bulan Februari 2018,” katanya.

Diah mengatakan, Deflasi di Kota Tanjung terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,83 persen. Sedangkan kelompok mengalami kenaikan indeks harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,04 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

“Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 55 kota mengalami inflasi . Inflasi tertinggi di kota Jayapura sebesar 1,05 persen, dan terendah di kota Palangkaraya sebesar 0,04 persen dan deflasi tertinggi di kota Medan sebesar 0,96 persen terendah di kota Lubuklinggau sebesar 0,02 persen,” ujarnya.ida/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here