Revitalisasi Pasar Tradisional Tingkatkan Daya Saing dan Perekonomian Masyarakat

0
70 views

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel melakukan evaluasi kegiatan selama tahun 2017 program apa saja yang dinilai berhasil serta apa yang jadi hambatan.Diharaplan dituntaskan di tahun 2018 serta bisa berjalan lebih baik.
Salah satu yang jadi acuan selain program kerja lainnya yakni, revitalisasi pasar rakyat di Kalsel.

Dimana pada tahun 2018, Kalsel mendapatkan dana APBN untuk 23 pasar tradisional yang tersebar di kabupaten/kota Kalsel.

“Kalsel mendapatkan dana untuk revitalisasi pasar tahun 2017 sebesar Rp40 miliar, itu yang mengucur dari APBN. Tahun 2018 nilai bantuan dananya meningkat menjadi Rp 60 miliar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani, usai acara rakor Disperindag se Kalsel, Rabu (28/2).

Upaya revitalisasi, kata Birhasani, selain untuk meningkatkan perekonomian juga menahan laju gempuran pasar modern yang juga terus bermunculan. Untuk itu, keberadaan pasar rakyat harus juga dibenahi dan setara dengan pasar moderen. “Tak ada lagi pasar rakyat yang baunya pesing, kumuh, becek dan pengap. Pasar rakyat di Kalsel harus wangi dan bersih, lebih nyaman ,lebih menarik,” paparnya.

Bagaimana caranya, pasar rakyat dibuat lebih modern dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, dan ini salah satu fokus yang perlu diperhatikan.

Pasalnya, pasar rakyat memiliki fungsi yang strategis untuk di kembangkan dan perbaikan pasar rakyat sebagai bagian dari program revitalisasi pasar rakyat yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ada empat prinsip revitalisasi pasar yang dilakukan, yaitu revitalisasi fisik, revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi, dan revitalisasi sosial.

ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.