UIN Antasari Bersama Ulama Dukung KPK Cegah Korupsi

0
41 views

Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari yang ditetapkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) terbaik di Indonesia diharapkan jadi role model bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTKN) di Indonesia. Untuk terus menjaga tugas dan tanggung jawab itu, UIN Antasari dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengawal dan mencegah korupsi di Kalsel.

Bahkan, UIN Antasari juga merangkul ulama dan tuan guru di Kalsel, untuk ikut membantu memerangi korupsi. Kesepakatan ini dituangkan dalam pernyatan bersama ketiganya dalam acara pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) danwila yah birokrasi bersih melayani (WBBM) pada perguruan tinggi keagaman negeri (PTKN), Selasa (27/3/18) di audotorium UIN Antasari Banjarmasin.

Kesepakatan itu langsung ditandatangani oleh Rektor UIN Antasari Prof Dr Mujiburrahman MA, Komisioner KPK Saut Situmorang, dan delapan ulama di Kalsel yakni Dr H Hanafiah MHum dari MUI Provinsi Kalsel, Drs Gusti Guriadarmani MM dari MUI Kota Banjarmasin, Samsul Rani SAg dari NU Provinsi Kalsel.

Drs H Tajuddin Noor SH MH dari DPW Muhammadiyah Kalsel, KH Zarkasi Hasby LC Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura, H Syamsuni Spdi dari Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru, Drs KH Himron Mahmud MI Kom dari Pondok Pesantren Darul Ilmi Martapura serta KH Ghazali Mukeri Lc dari Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, mengaku ikut mendukung langkah UIN Antasari Banjarmasin yang menggandeng ulama, usai ditetapkan menjadi salah satu satker zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) nomor satu terbaik untuk PTKN se Indonesia.

“Langkah UIN Antasari merupakan terobosan maju, kami sangat apresiasi. Bisa jadi hal ini juga tak terlepas dari peran para ulama terutama lewat doa-doanya yang memiliki kekuatan, untuk membantu mencegah korupsi disini,” katanya.
Disisi lain, Saut berharap, siapapun nanti presidennya, hendaknya lebih memperhatikan soal pembangunan kualitas SDM agar lebih berintegritas.

“Polanya harus memberikan punish and reward, kita harus menghukum orang yang bersalah dan memberikan penghargaan kepada orang yang memiliki prestasi dan integritas,” paparnya.

Rakor juga selian dihadiri Wakil Ketua KPK juga Kabag Evaluasi Program Dirjen Kemenag Fajar Adi Nugroho, yang mengatakan, bahwa tahun 2017 ditetapakan 27 satker untuk dinilai soal WBK, tapi dari 17 satker yang diusulkan ternyata hanya dua yang memenuhi kriteria yakni, UIN Antasari dan Kakanmenag Musi Banyuasin. “Kita ucapkan selamat dan berharap dua satker lebih terpacu guna mendapatkan WBK dan WBBM,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Antasari Prof Dr Mujiburrahman mengungkapkan, pihaknya mengaku bersyukur ditetapkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) bersama Kankemenag Kab Musi Banyuasin meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penghargaan diberikan bersamaan pameran Hari Anti Korupsi se-Dunia (Hakordia) yang digelar KPK di Jakarta, 11-12 Desember 2017.

“Ini hasil bersama semua elemen di UIN Antasari, kami bersyukur dengan penghargaan ini dengan predikat WBK,” ujarnya.
Menurutnya, ada 109 Unit Kerja di instansi pemerintah yang memperoleh predikat WBK. Dua di antaranya adalah UIN Antasari Banjarmasin dan Kantor Kemenag Kab. Musi Banyuasin.

Atas prestasi ini, Sekjen Kemenag menunjuk UIN Antasari jadi tuan rumah pertemuan pimpinan PTKN se Indonesia di Banjarmasin selama dua hari, Selasa dan Rabu (27-18//03/2018).

UIN Antasari juga menggandeng KPK untuk ikut mengawasi dan para ulama yang ada di Kalsel. Yang secara khusus melakukan MoU antara KPK, UIN Antasari dan para ulama dari NU, Muhammadiyah, pimpinan pondok pesantren.
Yus/ida

dirinya baru lima bulan menjadi rektor dan bingung soal keuangan. Kalau salah-salah tanda tangan, orang makan nangka dirinya kena getahnya.
“Alhamdulllah, BPKP sudah kami temui dan siap menggandeng UIN Antasari. Tadi saya juga sudah ngomong sama Komisioner KPK Saut Situmorang, KPK juga siap siap menggandeng UIN Antasari untuk mencegah korupsi, proyek-proyek di UIN” kata Mujib.

rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here