Warga Tak Yakin PT MSAM Bisa Membayar Lahan Warga

0
244 views

Kotabaru – Warga desa Salino masih tak yakin kalau PT MSAM akan menepati janjinya membayar lahan mereka yang terkena lahan perkebunan. Begitu pula janji akan ada perkebunan plasma, juga mereka masih tak percaya.

Itu terungkap dalam acara sosialisasi yang dilakukan PT MSAM di desa Salino, Selasa (6/3). Sosialisasi itu berlangsung mulai pukul 10.35 Wita bertempat di Kantor PKK Desa Salino Kec. Pulau Laut Tengah Kab. Kotabaru.

Sosialisasi yang dilakukan PT. MSAM kepada masyarakat Desa Salino dihadiri Hj. Melinda Ratna Agustina, S.STP,M.IP (Camat Pulau Laut Tengah), Yulai Gultom (Meneger PT.MSAM), Iptu H. Pato (Kapolsek Pulau Laut Tengah), Pelda Robikin (Kodim 1004/Ktb), Andi (Dinas Perkebunan), Joko (Dinas Perkebunan), Zakaria (Kades Salino), Abdullah Sani (Kades Mekarpura), serta Tomas, Toda dan Todat Desa Salino dan masyarakat Salino.

Kegiatan Sosialisasi di mulai dengan beberapa sambutan oleh Camat Pulau Laut Tengah, Kapolsek Pulau Laut Tengah, Perwakilan Danramil, Kades Salino, dan Ganeral Manager PT MSAM Yulai Gultom.

Dalam sosialisasi itu disebutkan tidak melakukan penggusuran yang bersifat tidak pamit. Pihak perusahaan terlebih dahulu akan melakukan kesepakatan dengan pemilik lahan melalui negoisasi. “Kami memberikan ganti rugi tanam tumbuh dan tebas tebang, ” tandas Yulai Gultom Manager PT MSAM.

Dia menambahkan, Selasa 6 Maret 2018, sudah melakukan pembebasan lahan 8 tahap lahan ganti rugi tanaman tumbuh yakni seluas 4372 Ha dan 429 pemilik lahan dengan pengeluaran Rp41 miliar 42 juta.

Itu sebab jika ada informasi jelek terhadapa penggusuran yang dilakukan PT. MSAM, itu salah besar. “Yang benar kami sudah melakukan negoisasi dan sudah melakukan ganti rugi, ” tandasnya.

Saat ini pihak perusahaan telah membuka lapang kerja, kususnya di desa Salino. Dimana sebanyak 200 orang pekerja murni warga dari desa Salino. Semua bekerja, meski tidak mempunyai keahlian kusus. Karena itu dengan masuknya PT .MSAM ke Pulau Laut Tengah bisa mensejahterakan rakyat.

“Kita sudah membuat program untuk membuat plasma untuk masyarakat. Kita juga ada program CSR. Ada bantuan untuk masyarakat untuk kesehatan, pendidikan dan yang lainnya, ucapnya.

Dia menambahkan, yang penting investor yang masuk putra daerah yang mau ber insvestasi di Kotabaru.

Sementara itu H Hasudungan, masyarakat Salino mengatakan, dirinya merasa bersyukur karena masyarakat bisa ikut bekerja di perusahaan itu. Namun dia juga berharap agar istilah ganti rugi dapat diubah menjadi ganti untung.

“Kita masyarakat itu sebenarnya membantu perusahaan tetapi kita harus musyawarahkan jangan sampai terjadi salah paham, “ujarnya.

Dijelaskannya, kepala desa dan perangkatnya harus di depan biar bisa membantu rakyatnya jadi bisa melindungi masyarakatnya bukan berada di belakang. Jadi semua itu tidak lepas dengan musyawarah dan bisa mendapatkan solusi yang baik.

Menurutnya, pada kesempatan itu warga juga menanyakan batas yang aka akan dijadikan plasma karena informasi kebun durian juga akan digusur. Itu sebabnya harus duduk sama-sama untuk mengetahui sampai dimana batasnya dan untuk penggantian tanam tumbuh dihargai yang sepadan, jangan sampai merugikan masyarakat.

Dinas Perkebunan menyampaikan, tentang kegiatan PT MSAM pihaknya sudah melakukan peninjauan lapangan dan sudah melakukan pengukuran sebanyak 398 titik yang sudah dilokasikan.

“Pihak perusahaan juga sudah meminta permohonan kepada kami untuk membangun plasma dengan prosentase 20 persen dari luas total ijin yang dimiliki,” ungkapnya.

Apabila masyarakat ingin tahu seperti apa plasma itu, maka langsung saja minta kepada perusahaan. Intinya, plasma itu harus dimiliki oleh masyarakat sekitar/asli penduduk serta setiap orang paling banyak 4 Ha tidak boleh lebih karena kalau lebih sudah melanggar Undang-undang.

Ketua Rt 8 Desa Salino, Ratno menyatakan, dirinya kurang paham dengan adanya sosialisasi di Desa Salino, sebab kalau di surat undangan sosialisasi kebun PT.MSAM dan saya tidak mengerti kapan PT. MSAM punya kebun serta kapan PT. MSAM datang ke sini kenapa bisa punya kebun.

Menyangkut ganti rugi lahan kenyataan dilapang sekarang PT. MASM melaksanakan penggusuran dahulu sebelum pembayaran dan pergantian tanam tumbuh tidak sesuai. Kenapa PT.MSAM melakukan kegiatan tanpa sepengetahuan Rt dan harus laporan kepada Kepala Desa bukan langsung-langsung kegiatan.

“Dahulu saya pernah minta kepada Polsek untuk tidak menggusur kebun durian karena ada Kelompok Tani Berkah yang anggotanya 25 orang, tetapi kenyataannya digusur dan masalah pergantian tanah tumbuh yang diganti hanya Rp 10 ribu per pohon dan perawatan diganti Rp 5 ribu pertahun. Kami menerima saja karena kami dijebak dan PT.MSAm dilindungi aparat/oknum tetapi kami tidak tinggal diam kami masyarakat mempertahankan hak dan kami minta semua itu di cabut,”
ujarnya.

Sedangkan Abdullah Sani (Kades Mekarpura) menyampaiakan, pernah perusahaan mengundang para Kades untuk membicarakan pembuatan Plasma dan bermacam-macam pendapat. Yang saya tanyakan perusahan membuat itu memang berinvestasi dengan cara terhormat atau dengan mestinya tidak melanggar aturan karena yang saya lihat sekarang masyarakat desa secara pribadi kami Mekarpura sudah menuduh kami sekongkol dengan perusahaan.

Sementara, masalah plasma memang kewajiban perusahaan dan perusahaan menyampaikan plasma tidak harus lahan masyarakat. Isu di KM 5 akan dilakukan penggusuran dan saya tidak tahu, maka dahulu pernah dari perusahaan setiap perintisan perangkat Desa dilibatkan, tapi kenyataannya hanya sekali dilibatkan tetapi seterusnya tidak dilibatkan lagi. Kalau memang seperti ini terus saya meminta plasma tidak usah aja diadakan. Kalau memang masih diteruskan saya minta juga disosialisasikan di Desa Mekarpura. Kami sudah punya kebun terlebih dahulu kalau memang terus seperti ini saya jamin masyarakat akan bisa bertindak dan saya pun juga tidak jamin akan aman,”tandas Abdullah Sani.

Sementara itu General Manager PT MSAM menanggapi, permintaan warga itu, pihaknya akan berkoordinasi untuk segera menjadwalkan mengenai sosialisasi seperti di Desa Mekarpura.

“Memang ada beberapa hal yg selama ini mungkin di antara kami dan masyarakat yang mengalami Mis Komunikasi sehingga ada beberapa hal yang memang tidak dapat dipahami masyarakat sekitar, “tandasnya.

Abdullah selaku masyarakat Desa Salino juga menyampaikan, pada bulan Juni dirinya pernah berorasi ke DPR intinya mendukung perusahaan dengan catatan yaitu jangan sampai ke kebun durian, pemukiman dan persawahan.

“Kami menyampaikan kepada perusahaan jangan memecat sembarangan karyawan karena masyarakat kami tidak ada masalah dan pelanggaran langsung dipecat karena masyarakat menghidupi keluarganya hanya dari situ,” tandas Abdullah.

Abdullah mengatakan, sebenarnya pihaknya mendukung perusahaan tetapi jangan sakiti kami dan dengan adanya plasma, yang dapat hanya yang mempunyai lahan, terus bagaimana dengan yg tidak punya lahan, maka dari itu kami minta disosialisasikan.

Meski sempat terjadi perbedaan pendapat, tapi masyarakat Desa Salino Kec. Pulau Laut Tengah sangat antusias menghadiri sosialisasi yang dilakukan PT. Msam. Terbukti banyak masyarakat yang menghadiri acara, karna merupakan harapan mereka dari dulu terhadap PT. Msam untuk bersosialisasi seperti ini agar aspirasi dan keluhan mereka sumua dapat di sampaikan.

Beberapa keluhan dan pertanyaan masyarakat memang belum sepenuhnya terjawab oleh Pihak perusahaan PT. MSAM dan terkesan mengalihkan arah pembicaraan.

Namun masih ada sebagian masyarakat yang hadir tidak sempat menanyakan hal lainya maupun menyampaikan aspirasinya kepada PT MSAM dikarenakan keterbatasan waktu oleh pembawa acara, dari acara tersebut yang mendapat kesempatan berbicara hanya 4 orang antara lain Kades Mekarpura Abdullah Sani, H Hasudungan (Warga berdomisili di Batulicin namun kelahiran Desa Salino), Ratman (Ketua RT 08 Desa Salino) dan Abdullah (Toma Desa Salino).

Meski sudah sosialisasi tetapi sebagian besar masyarakat masih belum menerima kejelasan dan masih kurang puas dengan hasil sosialisasi ini.

Setelah kegiatan sosialisasi selesai, beberapa wartawan yang ingin mewawancarai pihak Management PT MSAM, namun pihak Management tidak bersedia dan langsung meninggalkan tempat acara. Kegiatan Sosialisasi yang dilakukan PT MSAM kepada masyarakat Desa Salino berjalan lancar dan aman.(ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.