Bawa 5 Ribu Kopi KTP, Sofwat Hadi Optimis Jadi Anggota DPD RI untuk Keempat Kalinya

0
2

Incumbent DPD RI asal Kalsel, HM Sofwat Hadi siap bersaing secara sehat pada bursa bakal calon anggota DPD RI 2019 nanti. Bahkan dirinya, mengaku masih banyak yang menginginkan dirinya siap maju jadi anggota DPD untuk keempat kalinya. Sebelumnya, Sofwat Hadi pernah menjabat anggota DPRD Kalsel dua periode.

“Syarat dukungan minimal untuk Kalsel hanya ribu, kali ini kami bawa 2 ribu foto copy KTP elektronik tdukungan. Setelah direkap, ada sebanyak 5 ribu lebih dukungan yang tersebar di 13 kabupaten /kota ,” katanya, usai menyerahkan pendaftaran Kamis (26/4/2018).

Purnawirawan Polri ini mengatakan, untuk jalan pengabdian itukan macam-macam ada yang kepala daerah, ada yang kepala dinas, ada yang kepala DPR, DPRD dan anggota DPD jadi saya rasakan masyarakat Kalsel ini lebih mempercayakan saya sebagai anggota DPD karena menjadi calon-calon yang lain tidak dipilih.

“Jadi untuk periode berikutnya tahun2019 saya daftar lagi di DPD karena di DPD ini kewenangannya sama dengan legislatif anggota DPR hanya kewengannya tidak sebesar DPR bagaimana DPD juga berperan untuk memperjuangkan kepentingan daerah. Karena banyak hal-hal yang sebetulnhya perjuangkan DPD,” paparnya .

Rencana program di periode keempat ini, selama DPD memperjuangkan dana transfer ke daerah itu makin lama, ,makin besar kemudian dana yang langsung ke daerah pedesaan itu juga sepuluh tahun lalu perjuangan DPD pada waktu itu tidak disetujui oleh pemerintah DPR tapi nyatanya sepuluh tahun kemudian ada setiap desa itukan sekian miliar minimal itu.dan itukan memang PR saya ternyata tidak sampai satu miliar sampai di desa disini ini.

“Makanya ini nanti akan saya pertanyakan ke menteri keuangan ke menteri pembangunan desa itu.karena ternyata tidak lebih dari satu miliar,” ujarnya.

Ketika ditanyakan, jika terpilih apakah akan memperjuangkan bandara dan kereta api? Sofwat dengan lugas mengatakan, kereta api kemungkinan berat diwujudkan saat ini. Karena saat ini harga batubara masih lesu. “Soal pembangunan bandara sudah jalan. Jika kereta api masih menjadi masalah. Karena rencananya jalur kereta api diutamakan untuk angkutan batubara. Tapi bisnis batubaranya lesu. Jadi mempengaruhi pembangunan kereta api,” katanya.

ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here