BPTPH Tekan Serangan Tungro

0
168 views

Hampir 2 bulan serangan tungro dikecamatan Beruntung baru kabupaten Banjar terus mewabah ,mengakibatkan petani waswas. Padahal segala upaya menggunakan pestisida berbagai merek dan harga sudah dilakukan.

Menurut Sekretaris KTNA Beruntung Baru M Jamsi bersama anggota kelompoknya menanam padi lokal puluhan hektar yang hampir semuanya terkenan tungro sudah menyerah, karena sudah 5 kali melakukan penyemprotan tidak kunjung reda bahkan semakin meluas.

Mereka (petani ) sudah kehabisan cara karena pestisida tidak mampu meredakan serangan, para petani menggunakan minyak tanah meskipun cara tersebut tidak di anjurkan. Menggunakan minyak tanah tersebut bahkan akan memperparah karena mengandung gas api. Menggunakan minyak tanah /minyak gas tanaman bukannya pulih dari serangan bahkan akan terbakar secara sistemik .

Tim BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan dikoordinir langsung Kepala BPTPH H Faried Pakhmansyah, Jumat petang dibawah guyuran hujan berkordinasi langsung dilapangan dengan petani desa Handil Babirik, mencari solusi untuk menekan serangan tungro yang semakin meluas. Petugas BPTPH dan 4 Ketua Kelompok Tani di Handil Babirik sepakat menggunakan, biopestisida yang ramah lingkungan yakni PGPR dan agro eccurat.

“Agro accurate adalah bahan pengendali tungro dan akan diujicoba pertama kali di kabupaten Banjar, dengan harapan musuh alami tidak musnah sedangkan Wareng Hijau hengkang tungronya dapat dikendalikan,” k.ata Kasi Perlindungan Tanaman Pangan BPTPH H.Abdul Mujib.

Keterangan Ketua KTNA Kecamatan Beruntung Baru Jami’i, serangan Tungro mewabah demikian cepat dari, luas tanaman padi lokal dikecamatan Beruntung Baru 5.500 hektar lebih, hampir 4.000 hektar terancam, yang paling didesa Handil Babirik.

Dikatakannya, yang menjadi permasalahan serius apabila kondisi serangan tidak segera diantisipasi dikhawatirkan terancam gagal panen. Masih ada harapan apabila para petugas BPTPH menerjunkan semua kekuatan dan meminimalisir serangan, petani padi dibasis produksi padi lokal dikabupaten Banjar tersebut bisa bernapas lega.

“Petani desa Handil Babirik mengakui lahan 100 Hektar lebih terserang tungro diyakini berasal dari lacakan karena benih yang disemai merupakan benih turunan (Paung). Desa Babirik merupakan daerah endemis Tungro dan Wareng Hijau sejak tahun 2014, namun tidak separah musim tanam bulan Okober t – Maret 2017/2018,” tambah Jami’i .

Gerakan pengendalian dari BPTPH, sesuai kesepakatan dengan petani yang tanaman padinya sangat parah diKecamatan Beruntung Baru itu, Selasa depan akan dilakukan gerakan pengendalian dan hasilnya akan dipantau setiap 3 hari sekali. Kepala BPTPH Kalsel optimis serangan penyakit Tungro masih bisa dikendalikan dan serangannya bisa ditekan asalkan aplikasi anti tungro sesuai anjuran. ( Ayi Kuswana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.