Lima Varietas Dominan Padi Unggul Kalimantan Selatan

0
812 views

Dalam mendukung program pemerintah khususnya swasembada pangan yaitu padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi sejak tahun 2007 hingga 2016 telah melepas berbagai Varietas Unggul Baru (VUB) padi spesifik lokasi untuk semua agroekosistem budidaya padi.

Verietas unggul bukan satu-satunya faktor yang mendukung peningkatan produksi, namun dalam sejarah tampak bahwa dalam setiap kebangkitan atau lompatan produksi pertanian senantiasa tidak terlepas dari kontribusi digunakannya varietas unggul baru. Varietas unggul padi baru berumur pendek dan responsif terhadap pemupukan merupakan kontribusi utama dari terjadinya peningkatan produksi. Peningkatan produksi dan perluasan areal tanam padi besar-besaran pada tahun 70-an antara lain karena kontribusi yang besar dari varietas unggul.
Varietas unggul merupakan komponen yang paling cepat diadopsi petani, karena mudah, murah dan kompatibel dengan teknologi lain. Dengan digunakannya varietas unggul, berarti sebagian masalah produksi seperti kemasan, kahat atau ketidak seimbangan hara, serta cekaman hama/penyakit telah atau lebih mudah diatasi.

Selain menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi, pemulia tanaman juga memberikan perhatian terhadap sifat-sifat khusus tanaman, seperti toleransi terhadap tanah dan iklim yang tidak optimal, serta toleransi terhadap hama dan penyakit. Perkembangan permintaan pasar juga semakin mendapat perhatian.
Permintaan pasar tehadap produk pangan fungsional dan sehat, semakin besar. Varietas-varietas unggul yang dihasilkan juga semakin mengarah kepada hal-hal tersebut. Dibandingkan komponen teknologi lainya, varietas unggul berperan paling menonjol dalam peningkatan produksi. Digunakannya varietas unggul berdaya hasil tinggi dan berumur pendek mampu meningkatkan has

persatuan luas maupun persatuan waktu. Dengan varietas berumur pendek untuk meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) dengan resiko kekeringan yang minimal. Demikian juga dengan berbagai varietas yang memiliki toleransi dan ketahanan yang tinggi terhadap cekaman hama dan penyakit, mampu mengurangi kehilangan hasil dan menurunkan pencemaran pestisida dan biaya pengendalian.
Ditinjau dari segi produktivitasinya padi varietas uggul dibedakan dalam 3 katagori yaitu Padi Vareietas Produksi Tinggi (PVPT), Padi Varietas Produksi Sedang (PVPS) dan Padi Varietas Produksi Rendah (PVPR). Komoditas PVPT PVPS PVPR Padi Unggul Ton/HA ≥ 5,0 ≥ 4,0 – < 5,0 < 4,0

Padi Varietas Mekongga, Ciherang, Inpari 30, Cibogo,, Inpari 9, Inpari 33, Inpari 34 – Inpari 45 adalah termasuk dalam golongan Varietas Produksi Tinggi. Padi Varietas Buyung, Cisokan, IR 66, Margasari, Martapura termasuk dalam golongan Vareitas Produksi Sedangkan yang tergolong Padi Varietas Produksi Rendah antara lain; Buyung dan varietas lokal lainnya.

Berdasarkan produksi dan penggunaannya tercatat ada 42 varietas padi unggul yang berkembang di Kalimantan Selatan ada yang cocok dan bertahan hingga saat ini, contonya seperti PB 42, IR 66, Mekongga, Ciherang, Cibogo dan IR 64 tetapi ada juga beberapa varietas yang tidak bisa bertahan/berkembang karena ada beberapa faktor antara lain, rasa nasi yang tidak sesuai dengan selera masyarakat Kalimantan Selatan.

Masyarakat Kalimantan Selatan lebih suka mengkonsumsi nasi yang pera sementara padi unggul banyak yang rasanya pulen seperti vareitas Lariang, Tajum, IR 74, Membramo, Dodokan, Cisadane, IR 36, Sintanur dll. Sampai tahun 2017 tercatat sebanyak 47 varietas yang dibudidayakan oleh petani di Kalimantan Selatan. Namun dalam tiga tahun terakhir 2015 s/d 2017 Varietas Mekongga, Ciherang, Inpari 30, Cibogo dan Inpari 9 merupakan varietas yang paling dominan dan disukai oleh petani danselalu berada diurutan teratas produksi maupun penggunaan benihnya.

Ditinjau dari segi produksi benih tahun 2015 dan 2016 posisi utama diduduki oleh varietas Ciherang masing-masing sebanyak 1.870,400 ton, dan 1.883,415 ton sedangkan tahun 2017 diduduki oleh varietas Mekongga sebanyak 1.789,445
ton. Disamping itu ada varietas Inpari 30, cibogo dan Inpari 9 berada diurutan 3.

Bila ditinjau dari segi penggunaan benihnya, maka berbanding sejajar dengan produksinya yaitu pada tahun 2015 ada varietas Ciherang sebesar 1.971,420 tondisusul oleh varietas Mekongga diurutan kedua, Cibogo dan Inpari 30 dan Inpari
9. Pada tahun 2016 masih varietas Ciherang sebesar 1.896,615 ton di posisi pertama yang disusul oleh varietas Mekongga, Inpari 30, Cibogo dan Inpari 9.
Pada tahun 2017 di posisi pertama adalah varietas Mekongga sebesar 1.749,914 ton telah meggeser Ciherang diurutan kedua disusul Inpari 30, Cibogo dan Inpari 9. Oleh sebab itu lima besar varietas padi unggul tersebut tergolong PVPT (Padi
Varietas Produksi Tinggi) dan menjadi primadona bagi petani di Provinsi Kalimantan Selatan, sesuai dengan program pemerintah untuk mengganti VPS ke VPT atau VPR ke VPS.

(Sunarwo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here