Operasi Sehari, Polda Kalsel Sita Ribuan Miras dan Ratusan Liter Tuak

0
60 views

Polda Kalsel menggelar razia untuk memberantas peredaran minuman keras ielgal yang mulai marak di Kalsel. Hasilnya, dalam operasi sehari menggerakan semua satkernya Ditreskrimsus, Ditshabara, Ditpolair Polda Kalsel.

Hasilnya, kegiatan operasi dalam satu hari Rabu (11/4/2018), Polda Kalsel berhasil menyita minuma keras berbagai merek sebanyak total 2.165 botol dan 880 liter tuak, pada operasi cipta kondisi yang dilakukan di wilayah hukum Polda Kalsel pada Rabu (11/4/2018).

Hal ini terungkap pada press release yang digelar di Kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel, Kamis siang (12/4/2018) yang disampaikan langsung Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana didampingi Direskrimsus Kombes Pol Rizal Irawan, Ditreskrimum Kombes Pol Sofyan Hidayat dan Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Mochamad Rifai.

Penyitaan miras dan tuak yang dijual tanpa SIUP-MB ini didapat dari beberapa lokasi berbeda sebanyak 2.165 botol miras berbagai merk dan 80 liter tuak. Dengan perinciannya, yakni hasil operasi Dikrimsus Polda Kalsel di Toko Arema Landasan Ulin sebanyak 982 botol, Kios Bonari Sei Ulin 166 botol, dan juga 1.148 botol Dikrimum di lokasi Tandiratu Komplek Mekatama 351 botol , Polair Polda Kalsel 122 botol, Dit Shabara Polda Kalsel 455 botol, serta di Kabupaten Tapin 2 drum tuak, Kabupaten Balangan 360 liter tuak.

Menurut Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana, hasil penyitaan minuman keras dilakukan secara serentak oleh jajaran Polda Kalsel seperti Ditreskrimsus, Ditshabara, Ditpolar, untuk memburu peradaran penjualan minuman keras di wilayah hukum Kalsel.

“Syukur alhamdulillah dalam tempo sehari saja sudah bisa menyita berbagai merk minuman keras sejumlah 2165 botol ditambah delapan 880 liter tuakdari berbagai tempat . Kita tidak akan menindak dengan pidana ringan karena itu tidak akan membuat efek jera ,” katanya.

Dua pelaku pengedar miras tanpa mengantongi izin SIUP-MB yakni, Heri Bonari Yanto pemilik kios Bonari dan Totok Maryono disangkakan melanggar Pasal UU RI No 7/2014 tentang perdagangan dan Pasal 106 Pasal 8 UU RI No 08/1999 tentang perlindungan konsumen.

Kata Kapolda, para pelaku dikenakan Pasal UU No7 Tahun 2014 tentang perdagangan dengan pasal 106 dan pasal 24 yang bersangkutan bisa dipidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Juga diterapkan pasal dalam UU perlindungan konsumen No 8 Tahun 1999 Pasal 62 junto pasal 8 ancaman hukumannya 5 tahun.
“Menjelang Ramadan ini kami tingkatkan intensitas operasinya,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga tidak bisa menjamin miras yang beredar di masyarakat. Ia mengatakan Polri perlu peran dari masyarakat untuk mengawasi agar peredaran bisa diredam.

“Pencegahan yang lainnya adalah upaya represeif melalui operasi dan edukasi ke masyarakat,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here