Saksi Dan Terdakwa Memberikan Keterangan Palsu Dipersidangan

0
144 views

Kasus Pembunuhan Akhmad Berjanji, di Desa Blandean Muara Kecamatan Alalak Kabupaten Batola,telah memasuki sidang ke-empat dengan menghadirkan dua orang saksi terdakwa yakni, Rahman kakak terdakwa dan Sukma kemanakan, terdakwa, Selasa (17/4).

Kedua orang saksi yang dihadirkan terdakwa dipersidangan, telah membuat keterangan palsu, bahkan saksi kedua yang dihadirkan bernama Sukma benar-benar tidak bisa menjawab setiap pertanyaan Hakim Ketua, Hakim Anggota , maupun Jaksa penuntut umum, misalnya pekerjaan terdakwa yang selalu diantar jempat, klotok milik siapa dan pisau yang dibawa untuk apa kegunaannya, maupun jalan dari rumah korban menuju rumah terdakwa hanya ada satu jalan ujar saksi.

Padahal ada dua jalan ,jadi bukan satu jalan,jadi semua keterangan yang disampaikan tidak benar,karena memang terdakwa maupun saksi tidak bekerja di Perusahaan PT Batola Primatama. Menurut para saksi bahwa terdakwa bekerja di PT Batola Primatama dan sebagai kepala keamanan di perusahaan itu.

Ketika di konfirmasi dengan salah seorang Pimpinan Perusahaan PT Batola Primatama Edy Santoso, ternyata tidak ada yang bernama Sarifuddin yang bekerja di perusahaan itu ungkap Edy Santoso kepada keluarga korban Baseri.

Sebelumnya Asi salah seorang staf perusahaan juga mengatakan, tidak bekerja di perusahaan ini, kata Edy Santoso, ia siap memberikan keterangan bila diperlukan kepolisian, kejaksaan maupun Hakim.

”Kami tidak bisa memberikan surat keterangan dari perusahaan bahwa Sarifuddin tidak bekerja di Perusahaan PT Batola Primatama, karena menyalahi aturan perusahaan. Tapi saya siap datang memberikan keterangan yang sebenarnya pada polisi,jaksa dan Hakim bila dipanggil untuk memberikan keterangan kesaksian ,bahwa Sarifuddin tidak bekerja di perusahaan PT Batola Primatama,” ucap Edy Santoso depan persidangan.

Dalam persidangan hari Selasa 17 April 2018 Hakim Ketua, maupun Hakim Anggota serta Jaksa Penuntut Umum, dalam setiap pertanyaan yang diajukan terhadap saksi tidak dapat memberikan jawaban, bahkan saksi sulit menjawab pertanyaan hakim dan jaksa, sehingga kadang-kadang Hakim Ketua, Hakim Anggota maupun Jaksa Penuntut umum terlihat geram, karena berulang – ulang mengajukan pertanyaan tidak dijawab, kalau toh menjawab suaranya tidak terdengar oleh Hakim.

Sehingga hakim dan jaksa berkata suaranya lebih diperjelas . Sidang yang berlangsung saat itu dipimpin Hakim Ketua Ardhi Wijayanto,SH M Hum, sedang Jaksa Penuntut Umum, Ibnu Sina SH dan Muhammad Ridwan R SH. Sidang akan dilanjutkan minggu depan, Selasa 24 April 2018.dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

(sjahrir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.