BPJS Jalin Kerjasama Dengan Rumah Sakit Mengetahui Jumlah Ketersediaan Kamar

0
2

Diharapkan rumah sakit tidak memberikan perlakuan diskrminatif dalam melayani pasien. Karena, hal ini sudah jadi komitmen bersama antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan dalam progam JKN untuk memberikan pelayanan yang aman, bermutu, efektif, dan tidak membedakan pasien serta mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan medik di rumah sakit.

Hal tersebut dikatakan Kepala BPJS Kesehatan Kota Banjarmasin M Fahriza, bahwa ketersediaan dashboard bisa membantu masyarakat untuk mengetahui jumlah dan ketersediaan kamar sesungguhnya. Sehingga, tidak ada lagi upaya penolakan dan sejenisnya.

“Pihaknya juga akan merencanakan mensinergikan sistem tersebut ke server BPJS kesehatan. Dengan begitu, masyarakat bisa mengakses laman resmi BPJS Kesehatan untuk mengetahui ketersediaan kamar sebelum dirujuk ke rumah sakit mitra BPJS kesehatan, jadi kalau diketahui di sini penuh, bisa langsung dirujuk ke RS lain,” papar Fahriza, kemarin.

Dikatakan Fahriza, masih banyaknya keluhan dari pasien peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) sering ditolak rumah sakit dengan alasan ruangan kamar penuh. Menyikapi persoalan ini, BPJS (Badan Pengelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan Kota Banjarmasin berharap pihak rumah sakit memiliki dashboard informasi rawat inap.

”Kami banyak dapat laporan. Dibilang rumah sakit sudah penuh. Saat dicek ternyata kosong. Kita tak ingin demikian,” jelasnya dalam acara buka puasa bersama media.

Fahriza mengatakan, dalam isi kontrak BPJS dengan rumah sakit di Kalsel, pihaknya meminta rumah sakit untuk menampilkan display ketersediaan tempat tidur. Sehingga dengan mudah dilihat jika rumah sakit tersebut penuh atau tidak. Kami minta pihak rumah sakit harus jujur. Biar jangan ada dusta diantara kita, supaya peserta BPJS ketika mau berobat kerumah sakit. Jangan mengatakan kamar sudah penuh, tapi ada kondisi dimana peserta mengecek sendiri ke rumah sakit. Ternyata kamar rumah sakit tidak penuh. Hal seperti ini harus dihilangkan.

“BPJS Kesehatan Banjarmasin hingga April 2018 sudah menyalurkan klaim kesehatan sebesar Rp4 Miliar lebih,” ungkapnya.

ida/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here