Desa Wisata Agroponik Ada di Desa Tungkaran

0
118 views

Desa Tungkaran Kecamatan Martapura Kota Pemkab Banjar akan dikembangkan menjadi Desa Wisata Agroponik. Untuk itu, Pemkab Banjar melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar terus mengembangkan aneka sayuran dengan sistem hidroponik.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Muhammad Fachry, di Banjarmasin, Rabu (16/5/2018). Bahwa budidaya tanaman sayur dengan sistem hidroponik ini hasil kerjasama dengan masyarakat dan Kepala Desa Tungkaran.

“Kami hanya memberikan pelatihan kemudian pemerintah desa langsung merespon membantu membelikan bibit, nutrisi dan peralatannya,” katanya.

Kata Fachry, dengan sistem hidroponik ini tampaknya masyartakat juga terlihat antusias dan merespon untuk dijadikan usaha sampingan sayuran hidroponik. Targetnya ibu-ibu di desa ini bisa terus mengembangkan budidaya sayuran ini. “Selain untuk usaha sampingan, sayuran hidroponik tetap laku dijual, karena sayuran tanpa pestisida juga mulai dicari masyarakat,” katanya.

Fachry mengatakan, menanam sayuran menggunakan media hidroponik tak hanya menjadi solusi atas keterbatasan lahan. Namun, hasilnya juga tidak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional. Prinsip pertanian menggunakan hidropik ini adalah budidaya tanaman yang tidak lagi menggunakan tanah sebagai media tanam, tetapi memanfaatkan air yang telah diberi nutrisi untuk tanaman.

“Keunggulan budidaya hidroponik ini diantaranya media tanam yang digunakan bukan tanah, sehingga keadaan sayuran tanpa pestisida, lebih mudah memberi komposisi nutrisi atau makanan bagi sayuran yang tepat, sehingga nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sayuran yang ditanam di media tanah,” paparnya.

Hasil tanaman sayuran hidroponik, lanjut Fachry, juga memiliki keunggulan lain diantaranya sayuran tetap bersih, lebih segar, renyah, bahkan kerap disantap sebagai lalapan untuk jenis selada tanpa kuatir mengandung zat kimia (pestisida).

“Budidaya hidroponik ini membutuhkan modal yang sedikit, proses perawatan relatif mudah, penggunaan pada lahan terbatas. Disamping itu, memberikan manfaat ekonomi warga di lingkungannya, karena warga tidak perlu lagi beli sayur ke pasar,” ujarnya.

Saat ini, telah membudidayakan beberapa jenis sayuran, seperti sawi, bayam, kangkung. Berbagai jenis tanaman sayuran bisa ditanam menggunakan media hidroponik, diantaranya aneka macam sawi putih, aneka jenis selada, kangkung, bayam serta beberapa jenis sayuran lain.

“Jika dilakukan dengan baik, sayuran hidroponik bisa menjadi usaha sayuran yang cukup menjanjikan. Apalagi, pola pikir masyarakat mulai berubah yang kebanyakan menuntut produk pangan sehat dan higienis, tanpa terkontaminasi pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.

Ayi Kuswana/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.