Inflasi Banjarmasin Tercatat Sebesar 0,08 Persen

0
3

Salah satu komoditas penyedap makanan yakni bawang merah menjadi andil tertinggi inflas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bulan April 2018 yang tercatat sebesar 0,08 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Rabu mengatakan, bawang merah menempati peringkat paling tinggi memicu inflasi di ibukota provinsi tersebut.

“Andil tertinggi pemicu inflasi di Kota Banjarmasin adalah komoditas bawang merah disusul telur ayam ras, baju muslim, daging ayam ras dan cabai merah,” ujarnya.

Ia mengatakan, inflasi 2018 di ibukota Provinsi Kalsel itu, sebesar 0,08 persen dengan laju inflasi kumulatif 0,54 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun sebesar 2,86 persen.

Disebutkan, inflasi sebesar 0,08 persen berasal dari kenaikkan indeks harga konsumen (IHK) bulan Maret 2018 sebesar 131,72 menjadi 131,82 pada bulan April 2018.

“Komoditas mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, ikan gabus, terong panjang dan bayam,” sebutnya.

Menurut dia, inflasi di Banjarmasin terjadi karena kenaikan indeks harga pada tujuh kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan yang naik sebesar 1,04 persen.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,06 persen, kelompok sandang sebesar 0,52 persen dan kelompok pendidikan yakni naik sebesar 0,09 persen.

Sementara itu, inflasi di Kalsel yang merupakan gabungan Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung April 2018 sebesar 0,11 persen dengan laju kumulatif 0,62 persen dan inflasi tahun ke tahun 2,89 persen.

Inflasi di Kota Tanjung berjarak sekitar 300 kilometer dari Banjarmasin sebesar 0,61 persen dengan laju kemulatif 1,69 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun sebesar 3,46 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi sama dengan Banjarmasin yakni Bawang Merah disusul daging ayam ras, bayam, jeruk dan emas perhiasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here