LPMP Kalsel Gelar Bimbingan Tehnis Pendataan Pendidikan Dasar dan Menengah

0
70 views

Sistem pendidikan nasional mengamanatkan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berkewajiban mengembangkan satuan pendidikan yang berupa sekolah standar, sekolah standar nasional, sekolah mandiri, sekolah bertaraf internasional, dan sekolah berbasis keunggulan lokal. Untuk merealisasikan hal tersebut pemerintah telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi Pendidikan H Arif Sri Wiyana LPMP Kalsel, Rabu (2/5/2018). Tujuan penjaminan mutu adalah untuk menjamin bahwa setiap standar nasional pendidikan yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal dan bersinergi. Standar tersebut adalah Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional berisi pedoman tentang delapan standar nasional pendidikan, yaitu Standar Isi, 2) Standar Proses, 3) Standar Kompetensi Lulusan, 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5) Standar Sarana dan Prasarana, 6) Standar Pengelolaan, 7) Standar Pembiayaan, dan 8) Standar Penilaian Pendidikan.

Standar ini merupakan standar minimal yang harus dicapai oleh setiap satuan pendidikan (sekolah). Tentu saja standar ini menjadi acuan bagi sekolah dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Salah satu upaya dalam memberikan contoh sekolah yang memenuhi standar, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) perlu mengembangkan sekolah model sebagai sebuah pilot projek dalam bentuk sekolah pendampingan.

Dalam pelaksanaannya secara berkala dan berkelanjutan LPMP akan membantu sekolah pendampingan baik secara akademis maupun manajemen, agar sekolah pendampingan itu dapat berkembang secara optimal, sehingga dapat mencapai standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Dengan demikian sekolah tersebut akan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan pola manajemen untuk mencapai standar nasional pendidikan.

“Sekolah model akan didampingi guna mencapai 8 standar nasional pendidikan. 20 Sekolah negeri yang ada di tiap kota/kabupaten di Kalsel akan menjadi sekolah model yang akan menjadi pioner di daerahnya masing-masing, dan nantinya mengimbaskan ke lima sekolah,” paparnya.

Menurut Ari, guna mendorong terwujudnya sekolah model ini, peran serta kepala daerah yakni Tim Penjamin Mutu Daerah (TPMD) juga diperlukan. “Hasil kajian dan pemtaan LPMP hendaknya ditindak lanjuti raport mutunya,” katanya.

Rel/yus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here