Melestarikan Alquran Melalui Program Tahfidz

0
1

Tahfidz quran merupakan salah satu program yang diadakan sebagai upaya untuk menjaga atau terpeliharanya Alquran, sebagai pedoman hidup bagi setiap umat Islam. Hal itu disampaikan Abi Firdaus pimpinan Lembaga Pendidikan Taman Cinta Al Quran dan seorang motiovator quran khusus anak dibawah usia lima tahun, Minggu (13/5/2018) acara Seminar Tahfidz Quran For Kids dalam tema “Ayo Menghapal Al Quran Sejak Usia Dini”.

Menurut Firdaus, terjaganya Alquran secara otomatis terjaga pula keberlangsungan agama Islam. Tahfidz sebagai salah satu upaya menjaga Alquran merupakan misi besar yang harus dilaksanakan, menciptakan generasi islam yang faqih dan bisa melanjutkan perjuangan para ulama merupakan misi yang besar. Berbagai upaya terus dilakukan dan salah satu upaya tersebut adalah dengan mengadakan program tahfidz.

“Tahfidz sebagai salah satu upaya menciptakan generasi Islam yang faqih menjadi misi besar demi terciptanya generasi yang dapat melanjutkan perjuangan para ulama,” ujar Firdaus.

Sementara Bupati Batola Noormiliyani usai menghadiri seminar Tahfidz Quran mengatakan, Pemeritah Kabupaten Barito Kuala akan memiliki gedung moderen untuk tahfidz, bangunan ini nantinya akan dikelola oleh pihak swasta yakni Lembaga Pendidikan Taman Cinta Al Quran dibawah pimpinan Abi Firdaus seorang motiovator quran khusus anak dibawah usia lima tahun. Pembangunan gedung tahfidz Al Quran yang lokasinya di daerah Handil Bakti belakang gedung Samsat Batola tahun 2018 ini mulai dibangun, akhir tahun bisa digunakan.

Mantan Ketua DPRD Kalsel ini mengatakan, pusat kegiatan keagamaan dan dakwah juga dilangsungkan di gedung tersebut nantinya. Yang paling utama menciptakan generasi qurani, penghapal Al Quran sejak usia dini bisa muncul di Gedung Tahfidz Batola. Pendidikan tahfidz bagi anak usia dini akan melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter di Kalsel. Tahfidz usia dini akan membuka wawasan masyarakat akan pentingnya pendidikan dan pemahaman kitab suci Al Quran sejak dini. “Batola akan menjadi poros Al Quran di banua, karena anak usia dini diharapkan hapal 30 juz.

“Kita semua tentu mendukung, untuk membumikan Al Qur an untuk selamatkan generasi muda kita. Untuk itu sejak usia dini harus ditanamkan hapal dan tahu kandungan isi Al Quran. Dengan pemahaman keagamaan yang kuat, maka akan menjadi filter bagi arus masuk yang tak baik. Anak-anak sudah tumbuh dengan bekal ilmu agama yang kokoh, tentu menjadik benteng. Era globalisasi mengharuskan menanamkan nilai-nilai keagamaan secara dini menjadi mutlak dilakukan,” ujarnya.

ida/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here