Pemilihan Rektor ULM Memanas, Ada Calon Diduga Lakukan Karantina

0
602 views

Meski sempat tertunda dua kali karena ketidak siapan Kemenristekdikti untuk datang ke Banjarmasin karena tugas mendadak. Pemilihan rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dipastikan akan digelar Rabu (30/5/2018). 

Hal ini dibenarkan Ketua Panitia Pemilihan Rektor ULM Dr drg Rosihan Adhani ketika dikonfirmasi, Selasa (29/5/2018). “Insya Allah gak mundur lagi, Rabu (30/5) pemilihan akan digelar. Besok penyaringan bakal calon rektor dari 4 dipilih menjadi 3 calon rektor. Jam 9 mulai rapat senat terbuka penyampaian visi misi program kerja. Jam 2 rapat senat tertutup pemilihan/pencoblosannya,” katanya singkat.

Ketika dikonfirmasi soal adanya dugaan salah satu calon melakukan karantina? Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini menyebut, dirinya tak mengetahui soal itu. “Wah silahkan saja, kami tidak mengatur, karena pemilihan ini asas bebas rahasia, langsung. Tergantung masing-masing anggota senat, menyalurkan aspirasi dan hati nuraninya,” katanya.

Empat guru besar yang akan dipilih menjadi calon Rektor ULM itu adalah Prof DR Zairin Noor (Dekan Fakultas Kedokteran yang juga guru besar), Prof DR Hadin Muhjad (guru besar hukum administrasi Fakultas Hukum ULM), Prof DR Husaini (guru besar ilmu kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran ULM) serta calon petahana, Prof DR Sutarto Hadi (guru besar matematika FKIP ULM).

Dalam pemilihan rektor ULM, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi memiliki 35 persen suara dan senat universitas punya 65 persen hak suara.

Akhmad Husaini Ketua LSM Komite Anti Korupsi Indoneaia (KAKI) Kalsel mengatakan, pemilihan rektor ULM Banjarmasin berjalan secara demokratis sesuai dengan harapan. Proses pemilihan harus berjalan fair dan demokratis. Jangan dirusak dengan hal yang tak terpuji, misalnya politik uang. 
“Apalagi saat ini bulan Ramadhan, semoga semuanya berjalan dengan damai jangan dirusak dengan intrik dan intervensi pihak tertentu,” ujarnya. 

Kata Husaini, berkaca pada pemilihan rektor ULM tahun lalu, dinilainya sarat dengan kepentingan dan sarat nuansa politis. Hal ini karena ULM, sebagai universitas tertua di Kalimantan. Selain banyaknya proyek baik dari kementrian riset dan tekhnologi. Juga bantuan Bank Dunia dalam bentuk hibah, serta bantuan Pemprov Kalsel.  
“Sehingga dinilainya, sangat wajar dalam pemilihan rektor akan sarat dengan kepentingan. Tapi meski sarat kepentingan diharapkan akan muncul figur yang amanah,” katanya. 
 
Sementara itu, kasak-kusuk diluar, pemilihan rektor ULM Banjarmasin makin memanas bahkan beberapa tim sukses bacalon rektor mulai melakukan gerilya untuk mendulang dukungan. 
Beredar informasi dilapangan jika ada salah satu calon rektor melalukan cara-cara yang kurang patut, dengan melakukan dugaan intimidasi serta menjajikan jabatan serta fasilitas jika mau memilih kepada sebagian besar pemilik hak suara. Informsi lain juga menyebutkan sebagian pemilih akan dikarantina di 20 kamar suatu hotel mewah di Banjarmasin.
 
Salah seorang sumber yang tida mau disebutkan jati drinya, menduga karena begitu kuatnya keinginan mendapatkan dukungan suara, calon rektor mengobral janji manis. “Upaya ini harus dicegah karena mencederai nilai demokrasi yang menjunjung nilai kejujuran dan keterbukaan, sangat tak pantas dengan meghalakan segala cara,” katanya.
 
Beberapa waktu lalu di media sosial, kalangan netizen ramai komentar hastag #gantirektorunlam. Hebohnya, hastag  #gantirektorunlam. Seolah tak terbendung. Kemungkinan kondisi saat ini, ULM Banjarmasin dibawah kepempinan Sutarto Hadi , kondisinya dinilai banyak kalangan makin terpuruk. Seperti diketahui ULM Banjarmasin saat ini berada di peringkat 51 perguruan-tinggi-terbaik-2017dari seluruh Indonesia. 

rel/hms/yus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here