Ratusan Massa Berkaos Yusril Ihza Mahendra Mewarnai Sidang Gugatan PT SILO

0
326 views

Proses sidang gugatan PT SILO Group terhadap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meenginjak sidang ketujuh pada Kamis (3/5/2018), semakin panas dan menarik untuk dicermati. Hal ini bisa dilihat suasana sidang yang dimulai pukul 09.10 wita tersebut, diwarnai beragam aksi. Ada sekolompok generasi muda memakai t-shirt hitam bertuliskan “Save Pulau Laut” membagi-bagikan bunga kepada aparat kepolisian yang ikut menjaga jalannya sidang.

Yang paling menyita perhatian, adalah ratusan massa pendukung Gubernur Kalsel memakai kaos bergambar Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra lengkap dilengkapi logo Partai PBB bertuliskan kalimat menyolok Bela Islam Bela Rakyat! “Selamatkan Pulau Laut dari Tambang”.

Juga puluhan spanduk juga dibentangkan diikat di pagar muka Kantor PTUN Banjarmasin dengan tulisan “Kami Mendukung Gubernur Mencabut Izin Tambang Pulau Laut”, Tolak Tambang Pulau Laut Kami Hanya Ingin Lingkungan Kami Tidak Rusak, Biarkan Kami Masyarakat Pulau Laut Hidup Dengan Tenang.

Salah satu peserta demo damai, Rosidah warga Pulau Dewata Pleihari mengaku diberi uang Rp50 ribu plus nasi bungkus serta kaos bergambar Yusril Ihza Mahendra. Lucunya, ibu yang datang dengan anak balitanya ini tak mengetahui mau diajak mengikuti kegiatan apa di Banjarmasin.

“Ulun diajak katanya mau diajak melihat Haji Yusril Ihza Mahendra, karena ulun mengidolakan sidin kan mantan menteri. Sidin kan ahli hukum kami senang diajak, untuk mendengar dan melihat langsung,” tegas Rosidah yang mengenakan kaos bergambar Yusril Ihza Mahendra.

Kata Rosidah, dirinya datang bersama rombongan naik taksi kuning sebanyak 6 taksi dari Pulau Dewata Pelaihari ke Kota Banjarmasin. “Ulun sedih sekalinya haji Yusril gak jadi datang dan memberikan pidato. Tahu begini ulun gak mau datang, sebab acaranya ada sidang pengadilan segala,” katanya dengan mimik sedih.

Sementara itu, salah satu warga Kayu Tangi Iriansyah melihat kasus PT SILO dan Gubernur Kalsel diharapkan segera selesai dan diputuskan dengan adil dan sesuai aturan hukum.
“Hakim harus fair dan jernih melihat kasus ini. Harus diputusakan dengan adil. Jangan juga menerapkan pola yang kontra produktif, seperti mengerahkan massa bergambar Yusril yang seolah mendukung kebijakan pencabutan. Ini kan lelucon konyol, sepertinya sudah kehabisan cara mengalahkan Yusril Ihza Mahendra yang sudah menang lewat putusan sela,” paparnya.

Guru madrasah yang juga penceramah ini mengaku sedih jika persoalan ini berlarut-larut, karena sudah mendekati bulan Ramadhan. “Kami berharap semua pihak baik tergugat dan penggugat menyerahkan sepenuhnya ke hakim di PTUN. Jangan saling unjuk kekuatan, karena ujungnya rakyat yang dirugikan,” katanya.

Sementara jalannya sidang hingga masuk tahap ketujuh, tetap berjalan cukup lancar meski diluar sidang terlihat ratusan massa ikut menunggu pelaksanaan sidang yang dipimpin Lutfie Ardhian didampingi Kusuma Firdaus dan Dewi Yustiani dengan agenda mendengarkan kesaksian dari tergugat dan penggugat.

idayusnita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here