Pengusaha Tambang Batubara Tanbu Bikin Film Layar Lebar Koboy Campus

0
273 views

69 Production menggarap film berjudul Koboy Kampus: Understanding the Panasdalam, yang skenarionya ditulis Pidi Baiq yang sukses dengan film Dilan 1990. Film dengan seting 1995-1998 itu, tengah masuk tahap praproduksi dan direncanakan mulai syuting awal Juli 2018. Film yang dibiayai 69 Production yang dimiliki pengusaha tambang batubara asal Tanah Bumbu, Roy Sunandar Maming, juga akan mengambil setting lokasi di daerah Kalsel dan akan dibintangi Ricky Harun serta artis dari Kalsel.

“Kami ingin artis dari Kalsel bisa go nasional, makanya proses casting dilakukan untuk membidik bakat baru dari Kalsel untuk kami libatkan pada film karya Pidi Baiq ini,” katanya, didampingi produser 69 Production Budi Ismanto disela acara jumpa press di Taman Budaya Kalsel,Sabtu (23/6).

Menurut Roy, keterlibatannya dalam pembuatan film ini semata-mata ingin menunjukkan bahwa putra daerah Kalsel juga ada yang mampu memproduksi film yang baik. Bahkan miliaran rupiah siap digelontorkan untuk membikin film ini. Bukan itu demi menunjang suara yang prima, peralatan sound system tercanggih dan moderen sudah dibeli. “Intinya film Koboy Kampus harus sukses meraup penonton, dan harus lebih sukses dari film Dilan,” ujarnya.

Film ini diangkat dari pengalaman kuliah seniman Pidi Baiq, Film ini menampilkan kehidupan mahasiswa senirupa ITB yang terjadi pada era tahun 1995 hingga dimulainya era reformasi pada tahun 1998, dibalut dengan sajian-sajian humor yang segar.

Kata Roy, film Koboy Kampus merupakan kisah nyata yang terjadi antara tahun 1995 sampai 1998, di masa pemerintahan Orde Baru sedang digoyang oleh adanya gerakan mahasiswa yang menuntut terjadinya reformasi. Pada saat itu terdapat lima orang mahasiswa senirupa ITB memiliki cara lain di dalam menyikapi situasi dan keadaan indonesia di masa itu. “69 Producition selain merambah ke bisnis film, juga mengorbitkan penyanyi dari Kalsel diantaranya Donny penyanyi banua yang siap go nasional lewat album solonya yang siap edar,” katanya.

Penulis skenario, Tubagus Deddy, mengatakan Film Koboy Campus bercerita ihwal sekelompok mahasiswa masa orde baru yang resah atas situasi negara dan berinisiatif membuat sebuah negara sendiri. Cita-cita ini gagal terwujud dan pada akhirnya kembali ke pangkuan NKRI.

Dalam film bergenre romantis dan komedi itu, Tubagus menyisipkan pesan bagaimana mahasiswa menghadapi perbedaan berbagai latar belakang suku, agama dan ras di tengah intoleransi. “Film ini menuntut mahasiswa agar kritis dan kreatif,” kata Tubagus Deddy.

Film Koboy Campus diangkat dari sekuel karya penulis Pidi Baiq. Novel berjudul Dilan karya Pidi Baiq pernah digarap menjadi film Dilan 1990. Deddy mengatakan Koboy Campus mengambil latar era tahun 1995-1998 dan sebagian lokasi syuting di kampus ITB Bandung.

Ia menambahkan ada lima karakter asli dalam film tersebut, yaitu Pidi Baiq, Nini, Deny, Dikdik, dan Pupus. “Sedikit bocoran aktrisnya nanti salah satunya adalah Riki Harun,” ujarnya.

Penggarapan Koboy Campus turut menggandeng The Panas Dalam dan Biang Lala Entertainment. Menurut Rois, Film Koboy Kampus mencari lima orang pemain pendukung dan 10-15 orang pemain figuran asli Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan proses casting yang diikuti kurang lebih 100 orang yang didominasi oleh anak muda mengikuti casting film di Taman Budaya Kalsel, Kota Banjarmasin.

rel/hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here