Agar Jeruk Bisa Panen 3 Kali Setahun

0
54
Tahun 2006 jeruk Siam Banjar dikecamatan Astambul kabupaten Banjar  hampir musnah karena serangan CVPD(Citrus Vein Phloem Degeneration ) atau dalam bahasa Indonesia disebut kerusakan pembuluh Floem  tanaman jeruk, kering dan basah. Petani jeruk Siam Banjar yang klonalnya dalam istilah bahasa daerah disebut Limau Sungai Madang atau limau Madang  diambil dari nama sebuah desa dikecamatan Sungai Tabuk yakni desa Sungai Madang yang merukana desa asal muasal jeruk siam Banjar yang meraih jeruk siam termanis di Indonesia.
Secara turun temurun dari nenek datunya masyarakat tani dikecamatan Astambul kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, sejak dahulu kala biasa membudidayakan jeruk siam Banjar dilahan surjan lahan lebak. Surjan adalah kombinasi pengolahan lahan sawah dan hortikultura dengan galengan/pematang sawah yang agak lebar, tinggi dan panjang. Menurut sekretaris KTNA kecamatan Astambul  M Zaini usia 40 tahun, petani jeruk Siam Banjar dahulu hanya menanam sistem cangkok yang hanya berbuah setahun sekali. Sebagai pendapatan tambahan dari hasil padi sawah. Selang 12 tahun masa jeda tidak dibudidayakan lagi, masyarakat tani Astambul mulai bergairah lagi menanam jeruk hasil okulasi tegakan Sitrun dan mata temple dari jeruk Siam Banjar. Teknologi ini petani dibina agar  bisa merekayasa pola panen tidak lagi 1 kali setahun tetapi 2 sampai 3 kali setahun dengan kombinasi buah 2 sampai 3 turunan dalam satu pohon.
“Namun umurnya tidak seperti tanam cangkok. Tanam Cangkokan bisa berumur belasan tahun bahkan puluhan tahun, apabila jeruk hasil okulasi hanya berumur 8 tahun sudah harus diganti dengan generasi baru,” ucapnya.
Dikatakan Zaini, cara pemeliharaan agar jeruk bisa panen 3 kali dalam setahun, kuncinya dalam cara pemupukan dan pemeliharaan yang harus telaten. Tanaman jeruk berumur setahun  harus dipupuk dengan sedikit pupuk ponska dan ditimbun /dibumbun oleh lumpur sawah pada musim hujan/biasanya setelah panen atau saat padi generative, maksudnya agar akar muda cepat menjalar. Pada musim kemarau perakaran ditutupi gedebok pisang agar dingin dan akar yang timbul tidak terkena sinar matahari .Tujuannya agar tidak muncul tunas dari akar yang bisa mempengaruhi pertumbuhan.
“Cara pemupukan umur 2 tahun dimana sudah mulai muncul bunga dara/ mulai belajar berbuah, perhatikan pertumbuhan dan cabang jangan sampai ada tunas air yang berduri dan harus dipotong selagi muda agar tidak mempengaruhi terhadap kulit cambium pohon induk dan jangan sampai ada akar yang timbul. Jadwal pemupukan harus teratur yakni pada bulan Mei sampai Juni  dan bulan September sampai Oktober atau masa kemarau menjelang musim hujan agar pupuk terserap sempurna, sekaligus buah jeruk mulai matang dan turunanya mulai berisi,” papar Zaini.
Zaini mengatakan,  tanda jeruk bisa panen 2 kali atu tiga kali setahun, apabila buah pertama dipanen buah kedua yang masih hijau sudah mulai besar dan turunan ketiga sudah sebesar kelereng pada pohon yang sama, jangan ada yang diprotol dijarangi tapi biarkan secara alami karena penjarangannya pada masa panen pendahulunya. Dalam satu pohon bisa menghasilkan 1500 sampai 2000 buah jeruk.
Cara ini kata Manajer UPJA Karya Bersama yang mengelola kios Aulia dan produsen pupuk organik Trikhokompos itu, mampu meningkatkan pendapatan petani dan sangat bersaing dengan pendapatan dari hasil padi. Di kecamatan Astambul luas lahan pertanian 5400 Ha 1700 Hektar diantaranya berupa pematang ditanami jeruk. Tambah Petugas Pengedali Agens Hayati (PPAH) kecamatan Astambul, tanaman jeruk dilaha 1700 hektar atau 30 persen dari luas lahan pertanian kalau diukur dengan setiap hektar ada 400 tanaman jeruk ada sekitar 700 ribu tanaman jeruk yang dikelola 80 Kelompok Tani yang aktif dari 140 KT dikecamatan Astambul.
Contoh suksesnya budidaya jeruk Siam Banjar dikecamatan Astambul lanjut Zaini, dengan teknologi sederhana namun perlakuan tanaman tepat varietas,tepa waktu mupuk dan pemeliharaan pasca penen hasilnya sangat menguntungkan. Sebutlah tanaman milik Basunah petani desa Sungai Tuan Ilir kecamatan Astambul  mempunyai 100 tanaman jeruk berumur 5 tahun setiap pohon menghasilkan Rp500.000/persatu kali panen. Dalam setahun 2 kali atau 3 kali panen bisa menghasilkan uang hasil penjualan Rp1000.000 sampai Rp1.500.000 /pohon kali 100 pohon.
Dijelaskannya, bila dikalkulasi dalam setahun hasil panen jeruk bisa mengantongi Rp100.000.000 sampai Rp125.000.000, meskipun tahun 2018 merupakan tahun kejayaan Jeruk Siam Banjar dengan buah melimpah dan harga cukup baik Rp15.000/kg, dengan variete A,B,C,D, dua tahun kemudian harus siap – siap menanam generasi kedua, karena sesuai arahan Zaini umur tanaman jeruk okulasi hanya 8 tahun akan mati.
“Meskipun tidak mati sebaiknya dieradikasi diganti dengan tanaman baru supaya hasilnya baik. Kecamatan Astambul adalah sentra jeruk Siam Banjar, dikabupaten Banjar, tahun 2018 merupakan tahun bangkitnya jeruk Siam di Kalimantan Selatan dan menjadi titik tolak budidaya hortikultura penyangga program Baberuk (Bawang Cabai dan Jeruk) yang didengungkan pemerintah,” tutur Zaini.
Ayi Kuswana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here