BNNK Batola Bagikan Brosur Anti Narkoba di Pasar Handil Bakti

0
4

Setiap tanggal 26 Juni, diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Sehubungan dengan itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batola menyampaikan pesan, harapan, dan imbauannya pada masyarakat di Barito Kuala.

“Dengan momentum Hari Anti Narkotika Internasional yang kita peringati hari ini, saya berharap agar seluruh masyarakat menyatukan kekuatan untuk bersatu dan bergerak melawan narkoba,” ujar Kepala Seksi P2M BNNK Batola Wahyuni, Minggu (1/7).

Kata Wahyuni, Tim BNNK Barito Kuala membagikan brosur, leaflet Anti Narkoba di lingkungan Pasar Handil Bakti Kecamatan Alalak Batola.  Dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bahaya dan penyalahgunaan narkoba. Serta dampak buruk yang ditimbulkan barang haram tersebut, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan dapat merubah perilaku anti terhadap narkoba di masyarakat.

Informasi terkait layanan rehabilitasi agar bagi pengguna narkoba melaporkan ketempat IPWL yang sudah ditentukan. Diharapkan bagi pengguna narkoba bisa direhàbilitasi dan dalam pembinaan fisik maupun mentalnya untuk pulih dari ketergantungan narkoba.

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial – ekonomi, serta kemanan dan kedamaian dunia.

Penyalahgunaan narkotika menyebabkan sekitar 190.000 orang di dunia mati sia-sia setiap tahunnya. Narkotika juga secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya, seperti pencurian, pemerkosaan, dan pembunuhan. Sementara itu, perdagangan dan peredaran gelap narkotika disinyalir menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mendukung operasi tindakan terorisme.

Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa Indonesia berada pada kondisi Darurat Narkoba. Pernyataan ini tak hanya sekedar selogan semata. Nyata, bahwa Indonesia saat ini bukan sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar narkotika terbesar di Asia.

Lebih daripada itu, penyalahgunaan narkotika di Indonesia telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi umur, pendidikan, strata sosial – ekonomi, profesi maupun level jabatan, dan bahkan peredaran narkotika telah merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai bentuk Tanggap Darurat Narkoba, BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam penanganan permasalahan narkotika dan prekursor narkotika di Indonesia, pada tahun 2016 telah menjalankan program-program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) guna menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika, khususnya di kelompok anak-anak, remaja, pelajar, dan mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa.

ida/hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here