9 LSM Kalsel Hadiri Acara Pembekalan Caleg PBB Temui Profesor Yusril Ihza Mahendra

0
5

BANJARMASIN – 9 LSM di Kalsel yakni, Pelih, Masak, ICM, Formak, Cidel, Mapel, mendatangi Partai Bulan Bintang (PBB) saat melaksanakan Pembekalan Bakal Calon Anggota Legeslatif Partai Bulan Bintang yang dihadiri Ketua Umum Pantai Bulan Bintang (PBB) Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc di ruang Kayuh Baimbai, Lantai 6, Best Western Kindai Hotel, Minggu (8/7/2018).

Kedatangan Ketua PBB yang juga jadi kuasa hukum PT SILO dimanfaatkan 9 orang pengurus aktivis LSM di Kalsel ini untuk menyerahkan surat dugaan perusahaan tambang di Kalsel yang menyebabkan rusaknya lingkungan akibat aktivitas pertambangan batubara.

Surat dari 9 LSM diterima mantan menteri hukum yang pernah merontokkan keinginan Gubernur Kalsel mencabut SIUP tiga izin tambang PT SILO Group di PTUN Banjarmasin.

Fahmi Anshari salah satu LSM yang hadir pada acara pembekalan mengatakan, dirinya tak perlu demo kelapangan tapi langsung membawa surat ke Profesor Yusril. Dengan harapan Ketua PBB ini tahu ada kerusakan lingkungan akibat tambang batubara.

“9 LSM tanda tangan di surat pernyataan soal kerusakan lingkungan di Kalsel yang diduga akibat pertambangan batubara, kami 9 LSM menduga reklamasi sepertinya hanya jalan ditempat,” ujar aktivis LSM Masyarakat Peduli Lingkungan (Mapel) Kalsel ni.

Menurut Fahmi, pertambangan batubara di Kalsel ini jelas sangat merusak eko stem lingkungan. “Pasca tambang dibiarkan bak danau tak bertuan. Reklamasi terkesan hanya diatas kertas saja”, tuturnya.

Menurutnya, tidak jarang pihaknya bersama para aktivis lingkungan lainnya melayangkan surat baik ke Kementrian ESDM di Jakarta dan juga ke Gubernur Kalsel.

“Sejak zaman Gubernur Syahril Darham, Gusti Hasan Aman, Rudy Ariffin bahkan sampai Gubernur Sahbirin Noor. Alhamdulillah setelah Paman Birin bertemu dengan Presiden Jokowi, beliau peduli dengan lingkungan dengan mencabut IUP PT Silo Gorup,” ujar Fahmi.

Senada, aktivis Kalsel lainnya, Aspihani Ideris menyatakan, kedatangannya untuk menyampaikan surat pernyataan sikap tentang banyak alam dan lingkungan yang rusak akibat dari bekas tambang batubara.

“Kita datang menyerahkan surat meminta dukungan kepada pak Yusril selaku ketua umum partai politik untuk mendukung atas pencabutan IUP bagi perusahaan pertambangan batubara yang tidak memperhatikan lingkungan, dan mengabaikan reklamasi bekas tambang,” ujar Aspihani.

Direktur LSM Pemerhati Lingkungan Hidup (Pelih) ini mengatakan, pemerintah jangan tutup mata, sehingga lingkungan bekas tambang sengaja dibiarkan bagaikan danau tak bertuan, “di Kalsel ribuan lubang bekas tambang ini sepertinya sengaja dibiarkan, reklamasi tidak ada sama sekali. Tidak menutup kemungkinan lubang bak danau ini dapat menjadikan musibah bagi warga sekitar, dikemudian hari,” kata Aspihani.

as/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here