Gambut Raya Jadi Kabupaten Merupakan ‘Harga Mati’ tak Ada Alasan Ditolak

0
174 views

Mubes ke-2 Penuntutan Pemekaran Kabupaten Gambut Raya di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar pada Minggu (5/8) berjalan lancar dan sukses. Hal ini terlihat beberapa tokoh masyarakat, anggota DPRD Kalsel dan DPRD Banjar,LSM antusias menghadiri kegiatan, tamu undangan sekitar 400 orang meluber hingga ke bahu jalan karena begitu banyaknya peserta yang datang untuk memberikan dukungan.

“Melihat antusiasme masyarakat dan kegigihan para panitia penuntutan Pemekaran Kabupaten Gambut Raya, tak lama lagi kabupaten baru di Kalsel bakal terwujud,” kata HM Iriansyah salah satu tokoh pemuda dari Sungai Tabuk.

Kata Iriansyah, sangat wajar Gambut menjadi sebuah kabupaten hal ini bisa dilihat dari luas wilayah serta jumlah penduduk serta perangkat lain sudah memenuhi syarat. “Tak ada alasan lagi menolak Gambut menjadi kabupaten. Lepas dari induknya Kabupaten Banjar,Gambut menjadi kabupaten harga mati tak bisa ditawar lagi,” paparnya.

Sementara dalam Mubes ke-2 Penuntutan Pemekaran Kabupaten Gambut Raya di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar pada Minggu (5/8), peserta sepakat mendapuk Supian HK sebagai Ketua Umum Panitia Penuntutan Pemekaran Gambut Raya.

Supian HK optimisi bisa mewujudkan Kabupaten Gambut Raya pada 2022. “Kami optimis dan menargetkan tahun 2022 Kecamatan Gambut menjadi kabupaten baru di Kalsel, jika tidak terwujud kami akan mundur dari kepanitiaan,” kata Supian.

Menurut anggota Komisi III DPRD Kalsel itu, pemekaran Kabupaten Gambut Raya memakai dasar kuat. Ia berkata upaya pemekaran sudah muncul sejak tahun 1999 dengan alasan karena luas wilayah dan ingin memaksimalkan pemerataan pembangunan di sebagian Kabupaten Banjar.

Supian menuturkan empat dari enam kecamatan yang akan masuk dalam Kabupaten Gambut Raya, berstatus tertinggal. “Banyak infrastruktur yang tidak tertangani, karena Kabupaten Banjar wilayahnya terlalu luas. Sehingga pembangunan tidak merata,” ujar Supian.

Ia berkata Kabupaten Gambut Raya bisa mengoptimalkan PAD lewat pajak. Sebab, pembangunan hotel, mall, perumahan dan pergudangan mulai marak di Kecamatan Kertak Hanyar dan Gambut. Supian mencatat bakal ada pendirian enam hotel baru dan beberapa pergudangan. Ia optimis banyak pendapatan dari pajak yang diterima oleh Kabupaten Gambut Raya.

Supian dan timnya akan menghadap Bupati Banjar dan Gubernur Kalimantan Selatan untuk mewujudkan Kabupaten Gambut Raya.

“Tuntutan pemekaran Kabupaten Gambut Raya merupakan keinginan masyarakat bukan keinginan orang per orang,” katanya.

Ketua Demisioner Panitia Penuntutan Pemekaran Wilayah Kabupaten Gambut Raya, Pangeran Abidinsyah, mengatakan sudah menghimpun 40 persen data musyawarah desa selama proses tiga tahun terakhir memperjuangkan Gambut Raya. Ia segera meneruskan aspirasi ke pemerintah pusat bila data sudah terhimpun lengkap.

“Karena dilihat secara administratif sudah memenuhi syarat, penduduk di Gambut Raya sudah 195 ribu jiwa, segi PAD juga sudah memenuhi. Selain itu, wilayah Gambut dan Kertak Hanyar dari BPHTB dan PBB sudah menyumbangkan 40 persen untuk PAD Kabupaten Banjar,” ujar Abidinsyah.

Menurut dia, beberapa syarat pemekaran sudah terpenuhi, misalnya enam kecamatan, keberadaan Universitas NU, Stikes Cahaya Bangsa, hotel bintang, lahan pertanian, dan pusat bisnis. Abidinsyah mengalkulasi ada potensi Rp 30 miliar dari PBB dan BPHTB, selain perhotelan.

“Kendala lain soal komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar hingga saat ini cukup berat, karena kami menilai Pemkab Banjar terkesan enggan melepas Gambut Raya menjadi kabupaten sendiri,” kata dia.

Semantara tokoh inisiator Kabupaten Gambut Raya, Suripno Sumas, mengatakan sudah semestinya pemekaran Gambut Raya kembali bangkit. Menurut dia, Gambut Raya punya luas administrasi 50.180 hektare.

Radius luasan ini terdiri atas enam kecamatan: Gambut, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur, yang membawahi 105 desa/kelurahan.

Enam kecamatan itu masih di dalam administrasi Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. “Daerah kami sudah mulai maju, menjamurnya hotel, dan universitas. Apalagi yang kurang dari persyaratan? Semua sudah terpenuhi,” kata Suripno Sumas.

ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here