Kebutuhan Hewan Kurban Di Kalsel Mencukupi

0
48 views

Kebutuhan hewan kurban baik sapi dan kambing dipastikan meningkat menjelang Hari Raya Idhul Adha 22 Agustus nanti, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan sudah melakukan persiapan agar ketersediaan stok kebutuhan hewan sapi dan kambing tercukupi.

“Agar memenuhi kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha tahun 2018. Pemprov Kalsel menyiapkan kurang lebih 9 ribu ekor sapi berbagai jenis, baik itu jenis Sapi Bali atau lokal maupun sapi unggul dari jenis Limousin dan Simmental,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel Suparmi, Senin (13/8).

Kata Suparmi, diakuinya karena permintaan tinggi berpengaruh terhadap harga baik sapi dan kambing. “Harga hewan kurban di tingkat peternak berfluktuasi antara 10-15 persen,” katanya.

Menurut Suparmi, harga normal untuk hewan kurban untuk sapi dijual Rp14 juta hingga Rp15 juta per ekor untuk jenis Sapi Bali atau lokal yang beratnya sekitar 300 kilogram.

“Kenaikan harga ini cukup normal karena tingginya permintaan untuk pelaksanaan kurban pada Idul Adha mendatang,” ucapnya.

Suparmi mengatakan, masyarakat yang ingin mendapatkan harga hewan kurban yang murah atau normal, itu sudah membeli sejak awal Juni lalu dan dipelihara sendiri, agar nantinya siap dan sesuai kriteria sebagai hewan kurban.

Dijelaskan Suparmi, pihaknya memastikan kesehatan serta kualitas dari hewan kurban baik sapi dan kambing yang akan dijual. “Hewan kurban harus sehat, postur bagus, tidak pincang, lincah, nafsu makan dan minum juga bagus, umur cukup. Kambing 1 tahun dan sapi minimal 2 tahun,” ujarnya.

Suparmi memaparkan, mata kambing maupun sapi tidak boleh kotor dan berwarna merah. Selain itu, mulut hewan kurban tersebut tidak boleh dalam keadaan menganga ataupun ngiler.

“Ekor juga dari pangkal sampai ke ujung harus bersih. Kulit tidak jurusan dan tidak ada parasitnya,” ungkapnya.

Menurutnya, hewan kurban yang sehat bisa berdiri secara sempurna, lincah, dan tidak lemah. Dilihat dari kaki menapak sempurna, lincah tidak lemah, dan mau makan minum. Kalau domba atau kambing menaiki temennya, itu berarti normal. Kalau sakit dia tidur, tidak mau makan minum.

“Sudah layak dikatagorikan hewan kurban itu. Kesehatan, pernapasan, jantungnya, denyut nadinya, organ anusnya juga dicek,” jelasnya.

Ayi/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here