Optimalisasi Lahan Pertanian Dibumi Lambung Mangkurat

0
31 views

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor dalam memenuhi janjinya baik dalam kegiatan pemerintahan maupun turun kelapangan menemui rakyat Kalimatan Selatan selalu menyerukan motto “Bergerak ”(Berjuang Gelorakan Rakyat ) sebagai seruan memotivasi masyarakat agar selalu bergerak berjuang bersama rakyat Banua membangun kokohnya pondasi kesejahteraan.Ketika panen Padi varietas lokal di desa Sungai Batang kecamatan Martapura Barat kabupaten Banjar yang dijuluki Alam Roh 8 berkomitmen akan memperkuat ekonomi subsektor pertanian terutama beras.

Tak ingin sejengkalpun lahan sawah menganggur atau ditinggalkan para petani, bahkan dengan bekerja keras memotivasi rakyat diperdesaan agar bisa tanam 2 kali setahun. Tak heran Alam Roh 8,yang semula adalah rawa lebak monoton waton 3/air dalam selama 8 bulan dan kerontang di kala kemarau, setelah dibuat kanalisasi permanen, 17 hektar sawah bisa ditanami dan bisa dipanen dengan produktifitas 16 blek/borongan atau sekitar 7 ton Gabah Kering Panen (GKP). varietas Situ Patenggang yang nantinya untuk persiapan benih varietas unggul produksi tinggi baik ditanam di sawah maupun lahan kering (gogo).

Paman Birin sebutan akrab gubernur Kalsel saat panen padi pola hawa bebas 5-1 jarwo, Kamis (13/9/2018) menegaskan pentingnya pondasi pangan di Kalimantan Selatan sesuai visi Mapan (Maju dan Terdepan), bukan lagi isapan jempol dan hal ini dibuktikan dengan pencetakan sawah baru 4000 hektar di desa Sampurna kecamatan Jajangkit kabupaten Barito Kuala sebagai lokasi vIsual Hari Pangan Sedunia (HPS), yang akan dihelat pertengahan Oktober 2018 mendatang.

250 hektar diantaranya sudah ditanami melibatkan seluruh lapisan mamsyarakat mulai pejabat,PNS, mahasiswa dan tidak ketingalan para insan pers Bumi Lambung Mangkurat. Kepala Dinas Tanaman Pangandan Hortikultura(TPH) Kalsel. Fathurrahman yang juga wakil ketua HPS mengatakan, Varietas Situ Patenggang sebanyak 50 ton nantinya akan dikembangkan dengan hitungan 35 Kg/ha, sehingga bisa mencukupi luas tanam sekitar 1500 hektar.

“Berbicara produktifitas padi di Kalimantan Selatan saat ini masih rata-rata 4 ton GKG, namun luas tanam terus bertambah dalam 5 tahun terakhir ini. Dengan mulai banyaknya lahan sawah yang bisa ditanami 2 kali setahun dari 13 persen dapat ditingkatkan,” kata Fathurrahman optimis.

Dikatakannya, dari luas 564 ribu hektar lebih di Kalsel produksi padi juga akan terus bertambah dan tahun ini ada pertambahan 120 ribu ton. Angka ramalan tetap 2018 mencapai 2,45 juta ton. Sementara angka ramalan sementara 2019 diramal 2,6 juta ton dengan daya dukung optimalisasi lahan dan cetak sawah baru, didukung budidaya dilahan kering /padi gogo khusus untuk lahan rawa lebak di Kalsel akan didesain sistem kanalisasi mencontoh pola lokasi HPS Jajangkit.

“Pencetakan sawah dilokasi HPS, akan terus ditata dan pengerjaannya mungkin melibatkan pihak swasta bekerjasama dengan petani dengan sistem bagi hasil. Panen padi Di Alam Roh 8 varietas Situ Patenggang merupakan nilai tambah pula untuk kabupaten Banjar yang berjuluk Bumi Kindai Limpuar,” ujar Fathurrahman.

Ayi Kuswana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here