Teknologi Pertanian Kalsel Pola 4-1 Hasilkan 6.28 Ton

0
83 views

Inovasi teknologi pertanian di Kalimantan Selatan terus berjalan signifikan melalui pola mekanisasi ,intensifikasi dan ekstensifikasi. Pola ekstensifikasi dengan menerapkan teknologi varietasisasi serta aplikasi jajar legowo /hawa bebas hampir disemua kabupaten diterapkan meskipun belum merata.Di kecamatan Martapura Barat contohnya ,dengan menerapkan pola 4-1 atau sistem jalur 4 rumpun satu kanal mampu meningkatkan produksi dari pola umum tanpa jalur.

Menurut Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Martapura Barat kabupaten Banjar Nudin SP, saat panen demplot peningkatan produkifitas padi unggul lokal tahun 2018 varietas Situ Patenggang di Sungai Rangas Hambuku, pola 4-1 merupakan aplikasi demplot yang harapannya dijadikan contoh para petani untuk meningkatkan produksi (ekstensifikasi). Pola jalur hawa bebeas jajar legowo bisa 4-1 atau 5-1 setiap depa sehingga pada saat generative tanaman bisa berkembang bebas dengan tunas yang banyak lebih 30 tegakkan.

“Untuk itu jumlah malai akan bertambah dan dengan sendirinya produktifiats padi pun akan bertambah . Hasil ubinan 2 x 3 meter produktifitasnya 3,925 kg Gabah Kering Panen atau 6,28 ton. Dengan hitungan tradisional khas daerah rata-rata 16 blek /borongan. Satu Hektar sama dengan 35 borongan /10.000 meter persegi,” kata Nurdin, Kamis (13/9).

Dihadapan para anggota Kelompok Tani Nudin juga mengimbau, tanaman padi varietas unggul hendaknya dibudidayakan petani secara berkesinambungan. Situ Patenggang adalah termasuk varietas Amphibi karena bisa dibudidayakan dilahan basah dan bisa dilahan kering (gogo).

Nurdin mengatakan, Demplot di BPP Martapura Barat juga ditanam varietas lokal Siam Arjuna dan Siam Kamrani Siam Birin sejenis Karang Dukuh. Varietas lokal ini dinamakan Kamrani Siam Birin karena benih paungnya berasal dari sawah milik paman Birin /H.Sahbirin Noor gubernur Kalimantan Selatan..Varietas lokal Karang Dukuh ini diharapkan mampu menaikkan produktivitas melalui pola ekstensifikasi jarak 50 cm antara tanaman.

Di Martapura Barat tambah Nudin, ada beberapa demplot dengan metode berbeda diantaranya pola Jarwo Super dan berkolaborasi dengan tanaman refugia. Refugia adalah tanaman berbunga yang dapat mengundang hama predator pemakan serangga pengganggu tanaman, hasilnya cukup tinggi.

“Untuk varietas lokal dengan pola tanam satu depa 4 atau 5 tanaman kata Nudin lagi produksi perhektanya bisa mencapai 8 ton GKP. Bahkan ada generative mencapai 91 batang /rumpun didesa Keliling Benteng Tengah . Memang terdapat kendala dalam pelaksanaan masa tanam di Martapura Barat .Apabila musim kemarau kekurangan air sehingga harus ekstra ketat memompa air dari aliran sungai untuk mengairi tanaman. Apabila musim hujan kebanjiran,” ungkap Nurdin.

Dijelaskannya, tanaman padi baik lokal maupun unggul akan berhasil baik dan menguntungkan apabila mengacu kepada 6 tepat diantaranya tepat waktu tanam , tepat varietas, tepat pemupukan berimbang, dan tentu sanitasi lingkungan yang harus diperhatikan. Target luas tanam tahun 2018 di kecamatan Martapura Barat 5475 hektar dan sudah terealisasi sekitar 4.800 hektar. Sampai awal September 2018 luas panen sekitar 1200 hektar.

Ayi Kuswana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here