BI Berharap Kalsel Cari Sumber Ekonomi Baru

0
53 views

Kantor Perwakilan Bank indonesia menggelar seminar ekonomi dan bisnis “Era Disrupsi Ekonomi Digital dan Revolusi Industri 4.0”. Dalam konteks perekonomian Kalimantan Selatan, tantangan utama yang terlihat perlunya Kalimantan Selatan mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru dikarenakan perlambatan sektor-sektor ekonomi utama Kalimantan Selatan membawa pengaruh terhadap perlambatan ekonomi secara keseluruhan.

Hal ini dikatakan Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank indonesia Kalsel Muhamad Shiroth, pada kegiatan seminar seminar ekonomi dan bisnis “Era Disrupsi Ekonomi Digital dan Revolusi Industri 4.0”, Kamis (25/10).

Kalimantan Selatan juga menghadapi tantangan disrupsi ekonomi digital dan revolusi industri 4.0. Tantangan ini kami harapkan tidak dipandang sebagai ancaman, namun dapat ditangkap sebagai peluang. Dengan mendorong potensi ekonomi baru,” katanya.
Isu disrupsi perlu disikapi dengan paradigma positif yaitu (1) perubahan besar akan mendatangkan peluang baru jika ditangkap dengan cara yang tepat dan (2) disrupsi akan menciptakan dua jenis pasar baru dalam perekonomian (low-end market dan new market).

“Hingga saat ini belum ada industri di Kalimantan Selatan yang masuk kategori berteknologi tinggi. Kontradiksi ini menunjukan tantangan nyata yang dihadapi oleh industri dan perekonomian Kalimantan Selatan saat ini. Penciptaan industri dengan kandungan teknologi yang semakin tinggi diperlukan untuk memberikan posisi daya saing yang lebih baik,” katanya.

Dua kawasan industri di Kalimantan Selatan yang saat ini tengah didorong realisasinya oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yaitu Kawasan Industri Jorong dan Kawasan Industri Batulicin diharapkan dapat mengundang munculnya industri berteknologi menengah hingga tinggi, termasuk adopsi dari ekonomi digital dan revolusi industri 4.0.

Beberapa nara sumber yang hadir diantaranya Ekonom Institut Pertanian Bogor, Dedi Budiman Hakim, PhD, memberikan pandangan bagaimana disrupsi ekonomi digital memberikan pengaruh pada perekonomian nasional dan daerah, tidak hanya dalam konteks penggunaan platform digital, namun juga perubahan preferensi konsumsi khususnya generasi milenial

Ekonom Worldbank, Bp. Alief Rezza, Ph.D, guna memberikan pandangan bagaimana perkembangan ekonomi digital dan revolusi industri 4.0 di dunia dan bagaimana posisi Indonesia di antara berbagai negara di dunia.

Kepala Tim Pusat Pengembangan dan Penelitian Kementerian Perindustrian, Bapak Moko Nugroho ST, M.SE, guna memberikan pandangan mengenai program nasional Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana kesiapan perusahaan nasional menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Technical Leader IBM Indonesia, Bapak Panji Wasmana, guna memberikan pandangan mengenai sejauh mana perkembangan ekonomi digital dan IoT serta peluang pemanfaatannya oleh perusahaan.

Kegiatan seminar dimoderatori news anchor KompasTV, Frisca Clarissa Almira mengundang pimpinan instansi pemerintah daerah dan instansi vertikal, pimpinan perbankan, pimpinan dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan insan media di kalimantan Selatan.
Rel/yus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here