Kades Kerayaan Utara Pulau Laut Kepulauan Kotabaru Diduga Gunakan Ijazah Palsu

0
123 views

Yacob (48) warga Jalan Kerayaan Utara RT/RW 04/02 Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru menunjuk kuasa hukum dari Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia Setyanegara (LABHI-Setyanegara) untuk mengusut kasus dugaan penggunaan ijazah palsu. Pada pemilihan Calon Kepala Desa di Desa Kerayaan Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru. Yang diduga dilakukan oleh Syamsul (51) warga Jalan Lere Dalam RT 04 Dusun II Tanjung Desa Kerayaan Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru.

Sekedar informasi Yacob sendiri merupakan calon Kepala Desa yang kalah suara dengan Syamsul pada proses pemilihan Kepala Desa Kerayaan Utara Pulau Laut Kepulauan Kotabaru yang sudah berlangsung tanggal 30 Agustus 2018. Dimana yang terpilih adalah Syamsul, untuk ketiga kalinya menjadi kades. Dalam pencalonan Kepala Desa Kades Kerayaan Utara Pulau Laut Kepulauan Kotabaru diikuti 4 calon yakni, Arjamsah mendapat 110 suara, Samsul 237 suara, Iskandar 181 suara dan
Yacoub 229 suara.

Ery Setyanegara dan Nawawi selaku hukum Yacob melaporkan dugaan penggunaan ijazah Sekolah Dasar (SD) palsu ini ke Ditreskrimum Polda Kalsel, Kamis (11/10).

“Kami melaporkan Syamsu yang saat ini masih menjabat Kepala Desa Kerayaan Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru ke aparat penegak hukum, untuk melakukan penyelidikan atas kasus penggunaan ijazah SD palsu ketika mendaftarkan diri menjadi bakal calon kepala desa,” katanya.

Menurut Ery, pihaknya mengaku heran karena Syamsu bisa lolos diduga menggunakan ijazah palsu Sekolah Dasar (SD) untuk bisa menjadi aparatur pemerintah. “Syamsu sendiri merupakan petahana kepala desa, dan sudah menjadi kepala desa selama tiga periode,” katanya.

Menurut Ery, terkait dugaan penggunaan ijazah SD yang dipakai Syamsul sudah diprotes kepada panitia pemilihan Kades, tapi tak pernah digubris.

Ijzah SD tertera nama Samsul, tapi pada ijazah Paket C, dan Paket B namanya Syamsul. “Perbedaan nama di ijazah SD dan dua ijazah Paket B dan C inilah yang kami minta oleh polisi untuk segera diusut,” katanya.

Ery berharap, Bupati Kotabaru juga diharapkan untuk tak melantik kepala desa yang terpilih, sebelum proses hukum yang dilakukannya dituntaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.