Optimalkan Program Rujuk Balik Melalui PIC PRB Rumah Sakit

0
106 views

BANJARMASIN – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Banjarmasin menggelar kegiatan sosialisasi kepada PIC tiap rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mengenai Program Rujuk Balik (PRB) sebagai upaya mengoptimalkan implementasi PRB di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). (05/10).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional bahwa FKRTL penerima rujukan wajib merujuk kembali peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) apabila kondisi peserta sudah stabil dan telah dapat dilayani oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). PRB sendiri merupakan salah satu program pelayanan bagi peserta dengan diagnosa penyakit-penyakit kronis (diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), epilepsy, skizofren, stroke, dan Sindroma Lupus Eritematosus) yang telah dinyatakan stabil oleh dokter spesialis atau sub spesialis, sehingga dapat ditangani dan dirujuk kembali ke FKTP.

“Program PRB ini diterapkan guna meningkatkan pelayanan kepada peserta JKN-KIS dan memudahkan akses pelayanan kesehatan peserta, dengan penerapan program PRB peserta JKN-KIS tidak perlu harus repot-repot mengantri di rumah sakit hanya untuk mendapat resep obat rutin dimana pelayanan tersebut bisa didapat di FKTP. Oleh karenanya komitmen dari pihak FKRTL sangat kami perlukan untuk mendukung implementasi PRB berjalan dengan optimal.” Jelas Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan Anindha Yusdhita.

Penetapan PIC PRB oleh masing – masing rumah sakit merupakan langkah awal bentuk komitmen bagi FKRTL mengoptimalkan PRB ini. PIC PRB memiliki peran yang sangat penting karena mereka akan berkoordinasi langsung dengan dokter spesialis/dokter penanggung jawab pasien terhadap rujuk balik pasien hingga penginputan pada aplikasi.

“Peran PIC PRB sendiri sangatlah krusial sehingga penunjukannya pun tidak bisa sembarangan. PIC PRB harus memhami ketentuan PRB, termasuk 9 jenis penyakit PRB hingga daftar obat formas untuk obat PRB. Dikarenakan ini berkaitan dengan diagnosis dan jenis obat yang diterima peserta, oleh karenanya kemampuan komunikasi kepada DPJP untuk memastikan hal tersebut juga harus menjadi salah satu kriteria penunjukan PIC PRB di rumah sakit.” Tambah Anindha.

Pada kegiatan tersebut dikupas tuntas informasi PRB mulai dari alur identifikasi peserta PRB, alur pelayanan PRB di FKRTL hingga proses entri pada aplikasi yang harus dilakukan oleh PIC PRB. (KA/gn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here