BNP2TKI Kalsel Gelar Rakor Tentang UU No18/2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran

0
39 views
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BNP2TKI) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan menggelar rakor membahas pelaksanaan UU No18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran.
Diakui oleh Disnakertrans Kalsel pihaknya kerap kewalahan dan sering kecolongan oleh ulah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kalsel yang bekerja di luar negeri.
Kepala Disnakertrans Kalsel, Sugian Noorbah, berkata banyak TKI ilegal asal Kalsel lolos bekerja ke luar negeri, seperti ke Arab Saudi. “Luar biasa banyak TKI ilegal. Bulan Oktober 2018 ini saja sudah digagalkan keberangkatannya sebanyak 14 orang warga Kalsel tujuan ke Arab Saudi,” kata Sugian Noorbah usai acara rakor penempatan dan perlindunga pekerja migran Indonesia berbasis online di Banjarmasin, Kamis (15/11).
Pihaknya sulit mendetekssi TKI ilegal karena saat berangkat lewat Bandara Syamsudin Noor seperti orang piknik ke Jakarta. “Saat musim umrah rentan karena banyak dimanfaatkan oleh TKI ilegal kerja ke Saudi,” kata Sugian.
Sadar atas ulah TKI ilegal, Sugian Noorbah berkata pemerintah mesti menerapkan sistem online dalam mata rantai pengurusan dokumen ketenagakerjaan. Menurut dia, aplikasi online memungkinkan melacak agen pembawa TKI secara tepat.
“Saat ini sistem yang ada petugas hanya menjaga di Bandara Syamsudin Noor hanya dengan menunjukkan kartu boarding bisa masuk (pesawat). Beda dengan bandara di Jakarta yang sudah menerapkan sistem online, sehingga tak bisa sembarangan bisa lolos,” kata dia.
Ia berharap rakor bersama antara instansi teknis seperti BP3TKI, PT Angkasa Pura I, Kantor Imigrasi Banjarmasin, Kepolisian dan Kanwil Kementerian Agama, menemukan solusi jitu lewat kesepakatan penanganan TKI non prosedural asal Kalsel.
Sugian mengatakan, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kalsel tercatat 129 orang. Mereka bekerja ke Saudi Arabia 43 orang, United Emirates Arab 8, Malaysia 13 orang, Singapura 2 orang, Taiwan 1, Hongkong 53 orang, Oman 2 orang, Brunei Darussalam 3 orang, Korsel 1, Kuwait 3, dan Laos 1 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here