Kelompok Wanita Tani Meski Tahan Banting

0
46 views

Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Banjar Ir.H,Eddy Hasby MP  di Martapura belum lama tadi menyampaikan masalah kondisi program Ketahanan Pangan subsektor pertanian keterlibatan kaum wanita  dalam memanfaatkan lahan pekarangan dan demplotnya. Intinya guna mendukung program pertanian agar maju, petugas Kelompok Wanita Tani (KWT) mesti rajin dan tahan banting dan tak mudah mengeluh.

Eddy Hasby mengisyarakan bahwa kemandirian pengelolaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang semuanya dikerjakan kaum wanita dalam hal ini Kelompok Wanita Tani (KWT), tergantung pada kondisi .Sumber Daya Alam (SDA) merupakan pendukung utama  ,sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penunjang .Ia menyontohkan didaerah Jogyakarta seperti dikabupaten Gunung Kidul yang KRPL- nya maju pesat ,karena daerah tersebut adalah daerah budidaya sayur mayur .

Sedangkan didaerah kita(kab.Banjar) ,masyarakat pedesaan umumnya bertani padi dan kebun ,/karet  dan hortikultura tanaman keras katanya.Namun hal ini tidak menjadi hambatan ,karena hanya keseriusan pembinaan dan pelaku utamanya dalam menyiasati kondisi yang ada.

DKP kabupaten Banjar membina 5 KWT tahun 2018  ,dan yang menjadi etalasenya KWT.Harum Bunga didesa Labuan Tabu  ,mengingat desa tersebut lokasinya strategis dan jalur kawasan wisata alam baik menuju waduk Riam Kanan maupun kawasan wisata buah durian (Bi’ih).Lintasan tersebut  ada etalase KRPL kabupaten Banjar dan tahun 2019 dikembangkan lagi dengan menambah pasilitas lain seperti kolam ikan ,dan ternak kecil.

Tujuan pemberdayaan kaum wanita dipedesaan dalam mengelola KRPL adalah untuk menghasilkan pangan/sayuran yang organik/aman konsumsi yang tujuan utamanya  pendekatan masalah kesehatan masyarakat.Kedepan untuk menentukan lokasi harus melalui ujikelayakan secara selektif dan pelatihan sehingga mampu menjawab harapan yang diprogramkan pemerintah.

Untuk keberlanjutan hidupnya KRPL dikabupaten Banjar tambah Eddy Hasby ,perlu waktu dan harus gencarnya penyuluhan dilapangan.Mengacu kepada harapan Kepala Badan Ketahanan Pangan DR.Agung Hendriadi agar setiap Kepala Keluarga  memiliki 100 polibag berbagai tanaman sayuran ,sebagian besar sudah melakukannya .

Hal ini seperti dilakukan KWT .Harum Bunga desa Labuan Tabu .KWT lainnya secara perlahan juga mengikuti sesuai kondisi yang ada.Khusus KWT Harum Bunga yang difokuskan sebagai etalase  KWT kabupaten Banjar , tahun 2019 lahannya akan dipolakan sesuai teknis pertanian menggunakan teknologi alsin seperti perbaikan bedengan dengan cultivator dan kolam terpal .// Ayi Kuswana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.