Waspada Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan 2019

0
98 views

Oleh : SITI AKBARI SP*)

Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir.Hj.Siti Wahidah pada rapat internal BPTPH bulanan baru-baru ini telah menyusun perkiraan dan prediksi serangan Organisme Pengganggu Tanaman tahun 2018/209 berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya .Hasil rapat tersebut dituangkan dalam release yang disusun oleh tenaga fungsional yang dirangkum oleh fungsional POPT.

BPTPH Kalsel Siti Akbari SP .Release yang telah selesai dan ditandatangani kepala BPTPH dipublikasikan kepada masyarakat khususnya petani se Kalimantan Selatan setelah adanya persetujuan Kepala Dinas TPH Kalsel Ir.H.Fathurrahman  bulan Oktober 2018 .Berdasarkan hasil ramalan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utama padi, Jagung Kedelai MT. 2018, evaluasi serangan OPT MT. 2018, dan keadaan pertanaman padi standing crops MT. 2018 di lapangan.

Angka ramalan OPT Utama padi, Jagung dan Kedelai MT. 2018/2019 (Lampiran1 dan 2) sebagai berikut :OPT utama padi diramalkan MT. 2018 akan terjadi serangan seperti, Penggerek Batang Padi (67 ha), Wereng Batang Coklat (63 ha), Tikus (298 ha), Tungro (210 ha) Blas (68 ha), Bacterial Leaf Blight/BLB (49 ha) dan Ulat Grayak (39ha).

Evaluasi terhadap kejadian serangan OPT MT. 2018 sebagai berikut : Penggerek Batang Padi (46  ha atau 87%), Wereng Batang Coklat (12 ha atau 19%), Tikus (171,8 ha atau 58%), Tungro (956 ha atau 455%) Blas (53,2 ha atau 73%), Bacterial Leaf Blight/BLB (36,3 ha atau 73%) dan Ulat Grayak (28,6 ha atau 74,2).

Ramalan dan evaluasi serangan terhadap kejadian OPT Utama Jagung, MT. 2018 angka ramalan komplek OPT (332 ha) terjadi serangan penyakit Bulai (3,3 ha atau 6,8%).

Ramalan dan evaluasi serangan terhadap kejadian OPT Utama Kedelai, MT. 2018 angka ramalan komplek OPT (230 ha) terjadi komplek OPT serangan  kedelai (7,8 ha atau 20,1%).

Standing Crops padi dari pertanaman MT. 2018 dengan berbagai stadia pertumbuhan, sangat rentan terhadap serangan OPT.

Angka Ramalan OPT Utama Padi MT. 2018/2019 akan terjadi serangan seluas 878 ha seperti ; Penggerek Batang Padi 106  ha, Wereng Batang Coklat 107 ha, Tikus 198 ha, Tungro 284 ha, Blas 61 ha, Bacterial Leaf Blight/BLB 57 ha dan Ulat Grayak 66 ha.

Angka Ramalan OPT Utama Jagung  MT. 2018/2019 akan terjadi serangan seluas 268 ha seperti ;  Lalat Bibit 38 ha, Penggerek Batang Jagung 54 ha, Bulai 59 ha, Tikus 35 ha, Penggerek Tongkol 30 ha, Ulat Grayak 25 ha dan Hawar Daun 27 ha.

Angka Ramalan OPT Utama Kedelai  MT. 2018/2019 akan terjadi serangan seluas 184 ha seperti ;  Penggegek polong 35 ha, Ulat Grayak 36 ha, Tikus 23 ha, Penggulung/Pelipang daun 41 ha, Ulat Jengkal 24 haDalam rangka pengamanan produksi padi, jagung dan kedelai MT. 2018 perlu peningkatan kewaspadaan dan aksi pengamanan terhadap serangan OPT MT. 2018/2019 dengan melakukan tindakan Preemtif maupun Responsif sebagai berikut :

Untuk pengamanan standing crops pertanaman padi MT. 2018, PHP agar dapat melakukan pengamatan keliling lebih intensif.  Apabila ditemukan sumber serangan agar segera dilakukan Tindakan Spot Stop dengan sistem PHT.

2.Untuk pengamanan pertanaman padi MT. 2018 dan MT. 2018/2019 perlu strategi pengelolaan OPT tanaman pangan dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai berikut :

Penurunan populasi/serangan awal/pendatang : tanah, Pemanfaatan agens hayati, Pemanfaatan feromon seks, Penanaman varietas tahan, seleksi benih dan perlakuan benih, Empos gali lubang aktif gropyokan tikus, Pengaturan waktu tanam, Pengelolaan persemaian, Penanaman varietas tahan/toleran, Pemanfaatan AH OPT dibawah  Ambang Ekonomi (AE), Pertanaman beragam (mosaic).

Penurunan laju pertumbuhan populasi/serangan OPT :

Penanaman varietas tahan/toleran, Pemanfaatan AH OPT dibawah AE, Pemanfaatan feromon seks, Pengaturan jarak tanam dan sanitasi, Eradikasi selektif dan pengendalian vector/pembawa.

Penurunan waktu kolonisasi dari OPT dalam ekosisitem :

Pengaturan waktu tanam/panen, penanaman varietas genjah, penyediaan makanan musuh alami (refugia)

Penurunan populasi/serangan OPT dipertanaman saat melampaui AE : Penggunaan pestisida  ; melakukan pengamatan intensif, Penentuan pestisida. Melakukan evaluasi serangan setelah tindakan setelah dilaksanakan dan apabila serangan berkembang tidak terkendali segera berkoordinasi ke Brigade Proteksi Tanaman (BPT) untuk dilaksanakan pengendalian massal.

*) Penulis adalah fungsional POPT –BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here